Logo BeritaSatu

Penembakan di Tol, Polisi Ungkap Alasan Korban Buntuti O

Selasa, 7 Desember 2021 | 20:03 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mengungkap alasan Poltak Pasaribu dan M Aruan membuntuti pria O. Pembuntutan tersebut menjadi latar belakang terjadinya penembakan oleh anggota Satuan Ditlantas Polda Metro Jaya Ipda OS yang mengakibatkan Poltak meninggal dunia dan M Aruan menjalani perawatan di rumah sakit.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, saat peristiwa pembuntutan itu, PP dan MA bersama rekan mereka IM dan PCM alias C yang berada di mobil Daihatsu Ayla membuntuti O. Keempat pria tersebut membuntuti O dari sebuah hotel di kawasan Sentul, Bogor untuk melakukan investigasi. Hal ini karena mobil yang ditumpangi O berpelat nomor RFJ yang identik dengan nomor pelat pejabat.

"Mereka beralasan melakukan investigasi karena melihat kendaraan yang digunakan O dengan pelat RFJ. Jadi ini adalah mobil yang biasa digunakan pejabat Pemda karena itu pelat untuk Pemda Provinsi DKI Jakarta," ucap Zulpan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (7/12/2021).

Keempat orang tersebut yang membuntuti O mengaku sebagai wartawan. Mereka mengeklaim melakukan investigasi ketika melihat pelat RFJ membawa seorang wanita ke hotel.

"Mereka mengaku wartawan, melihat menurut pengakuan mereka ini kok ada pejabat Pemprov (DKI) mobilnya RFJ ini melakukan perbuatan yang tidak semestinya membawa seorang wanita kemudian memasuki hotel kemudian menurunkannya di Depok begitu. Nah, ini diikuti terus oleh mereka," ujarnya.

Lantaran merasa terancam ketika dibuntuti oleh keempat pria tersebut, O kemudian melaporkan kepada Ipda OS, kenalannya yang merupakan anggota Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas (PJR Ditlantas) Polda Metro Jaya.

"Saudara O yang dibuntuti bahwa merasa terancam sehingga berakhirlah kejadian di Exit Tol Bintaro bahwa kita tahu ada korban dua orang tertembak," ungkap Zulpan.

Diketahui, Polda Metro Jaya menyebut kasus penembakan di Exit Tol Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu (27/11/21) dini hari dilakukan oleh anggota Satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Ipda OS. Salah seorang korban, Poltak Pasaribu meninggal dunia, dan seorang lainnya M Aruan menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Polda Metro Jaya menetapkan Ipda OS sebagai tersangka dalam kasus penembakan ini.

"Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan sudah dilakukan gelar perkara. Hari ini sudah diputuskan hasil gelar perkara penyidik menetapkan atau menaikkan status Ipda OS sebagai tersangka," kata Endra.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

Catat Ya! Indonesia Punya Startup Gaming Hub Berkelas Dunia

LIFESTYLE | 5 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings