Logo BeritaSatu

MAKI Apresiasi Jaksa Tuntut Mati Terdakwa Korupsi Asabri

Selasa, 7 Desember 2021 | 23:31 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS

Jakarta, Beritasatu.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengapresiasi tuntutan hukuman mati terhadap Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat yang menjadi terdakwa perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asabri (Persero). Langkah itu kata Boyamin menjadi solusi pemberantasan korupsi yang lebih baik.

Boyamin menilai, jaksa layak menuntut Heru dengan hukuman mati. Hal ini mengingat selain perkara dugaan korupsi Asabri yang merugikan keuangan negara Rp 22,78 triliun, Heru juga terjerat perkara korupsi PT Asuransi Jiwasraya. Heru telah divonis penjara sumur hidup dalam perkara korupsi Jiwasraya yang merugikan negara Rp16,80 triliun itu.

Perbuatan Heru juga dinilai masuk dalam kategori kejahatan luar biasa.

"Saya mengapresiasi atas tuntutan hukuman mati oleh kejaksaan. Sebab saat ini korupsi kita semakin merajalela," kata Boyamin dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Tuntutan pidana mati dinilai layak dijatuhkan mengingat sejumlah preseden pengulangan perbuatan yang dilakukan terpidana korupsi. Dicontohkan, Dicky Iskandar Dinata yang membobol kas bank sebesar Rp811 miliar itu. Mulanya Dicky dihukum 8 tahun penjara pada 26 Mei 1992.

Setelah keluar penjara, Dicky kembali mengulangi perbuatannya. Dicky membobol BNI sebesar Rp 1,3 triliun pada 2005. Jaksa kemudian menuntutnya penjara seumur hidup, tapi hakim memvonisnya 20 tahun penjara.

"Heru ini meski tidak pengulangan, tapi secara bersama korupsi yang dianggap besar, di Jiwasraya dan Asabri," kata Boyamin.

Menurut Boyamin, langkah tuntutan hukuman mati terhadap Heru merupakan terobosan dan perluasan makna pengulangan tindak korupsi. Sebab Heru sudah divonis seumur hidup pada perkara korupsi Jiwasraya.

Pengulangan itu tidak hanya masuk penjara kemudian dia mengulangi lagi perbuatan, tetapi juga melakukan korupsi berkali-kali. seperti jiwasraya dan Asabri.

"Nah, hukuman mati terhadap koruptor ini diperluas maknaya oleh kejaksaan, dan ini boleh. Dan ini hakim mestinya lebih berani, karena sudah ada terobosan dari kejaksaan," kata Boyamin.

Dia berharap, hakim mengamini tuntutan jaksa terhadap Heru Hidayat. Menurutnya, hukuman terhadap pelaku korupsi selama ini terlalu ringan.

"Karena selama ini hukuman korupsi ringan. Ditambah lagi remisi, asimilasi, bebas bersyarat dan lain-lain," kata Boyamin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# MotoGP 2022


# Ukraina


# Persik


# Sirkuit Formula E


# Holywings


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tokopedia Luncurkan Spot Award, Program Apresiasi Karyawan

Tokopedia Luncurkan Spot Award, Program Apresiasi Karyawan

EKONOMI | 12 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings