Logo BeritaSatu

Kilas Balik: Ini Asal Usul Gelaran Formula E Jakarta

Sabtu, 18 Desember 2021 | 18:12 WIB
Oleh : Yustinus Paat / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Gelaran balap mobil listrik Formula E Jakarta akhirnya resmi akan digelar di Jakarta pada 4 Juni 2022 mendatang. Setelah 2 tahun ditunda akibat pandemi Covid-19, FIA (Federasi Otomotif Internasional) World Motor Sport Council di Paris pada 15 Oktober 2021 memutuskan Jakarta menjadi salah satu tuan rumah Formula E 2022 dan meratifikasi kalender balapan musim ke-8 Tahun 2021/2022.

Lalu bagaimana ide awal gelaran Formula E Jakarta? Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang pertama kali menyatakan bahwa Jakarta akan menjadi tuan rumah ajang balap mobil listrik internasional ini. Hal ini disampaikan Anies usai bertemu dengan FIA selaku pengelola Formula E di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, pada 13 Juli 2019 lalu.

Advertisement

Saat itu, Anies ke New York dalam rangka melakukan kunjungan kerja selama 10 hari ke Kolombia dan Amerika Serikat, dari 9-19 Juli 2019. Banyak agenda yang dilakukan Anies dalam kunjungan tersebut dan salah satunya terkait penyelenggaraan Formula E di Jakarta. Di New York, Anies bertemu dengan petinggi FIA dan mereka merestui Jakarta menjadi tuan rumah Formula E tahun 2020. Anies pun menyampaikan kabar gembira tersebut melalui media sosial.

"Alhamdulillah, berhasil! Jakarta akan menjadi salah satu tuan rumah balap mobil bergengsi Formula E di pertengahan tahun 2020," tulis Anies di akun Instagram-nya, Minggu (14 Juli 2021).

Anies mengaku pembicaraan dengan FIA bukanlah terjadi hanya pada saat kunjungan tersebut. Menurutnya, dua hingga tiga bulan sebelumnya sudah dilakukan pembahasan dan pembicaraan terkait rencana penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

“Saya secara khusus ke sana (New York) kaitannya dengan rencana untuk mengadakan kegiatan balap mobil Formula E dan pembicaraan sudah dilakukan dua tiga bulan lalu dan insyaallah Jakarta akan menjadi tuan rumah, ada hal detail yang belum bisa diumumkan sekarang khususnya terkait dengan waktu, jadi saya sampaikan saat detail waktunya siap,” ujar Anies kepada awak media di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Setelah FIA memberikan lampu hijau, Anies dan jajaran Pemprov DKI terus mematangkan persiapan-persiapan untuk penyelenggaraan Formula E tersebut. Persiapan tersebut mencakup sirkuit lintasan, anggaran hingga panitia penyelenggara Formula E Jakarta.

Terkati sirkuit Formula E, Pemprov DKI pada saat itu telah menyediakan 5 rute alternatif. FIA pun sudah datang melakukan survei ke-5 lokasi alternatif tersebut dan memilih 2 lokasi terbaik pada 8 Juli 2019.

Kedua rute tersebut adalah pertama adalah Silang Monas Tenggara (belakang Stasiun Gambir) - Jalan MI Ridwan Rais - berputar di Tugu Tani - kembali ke Jalan MI Ridwan Rais - Jalan Medan Merdeka Selatan - putar balik di depan Wisma Antara - kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan - Silang Monas Tenggara.

Sedangkan rute kedua adalah Silang Monas Selatan (sebagai pit stop) - Jalan Medan Merdeka Selatan - belakang Stasiun Gambir - Jalan MI Ridwan Rais - belok kanan ke Jalan Medan Merdeka Selatan - Bundaran Air Mancur - Silang Monas Selatan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan keputusan final terkait rute Formula E berada di tangan FIA. Pemprov DKI menunggu keputusan dari FIA.

“Hingga saat ini, DKI masih menunggu keputusan lembaga penyelenggara turnamen balap mobil bertenaga listrik itu soal lintasan yang akan digunakan. Setelah ada keputusan, Pemprov DKI akan mempersiapkan lintasan tersebut. Nanti akan kita lakukan persiapan sehingga sarana prasarana itu memenuhi standar penyelenggara," terang Syafrin Liputo pada Senin (15/7/2019).

Sementara terkait anggaran, Anies mengatakan Pemprov DKI harus menyetorkan dana sebesar 20 juta poundsterling atau Rp 345 miliar kepada FIA untuk menjadi tuan rumah Formula E. Menurut Anies, hal itu wajar karena penyelenggara setiap event memang harus mengeluarkan biaya penyelenggaraan.

“Jumlahnya 20 juta poundsterling. (Untuk) Formula E, 24,1 juta dolar AS. Penyelenggara setiap eent memang harus mengeluarkan biaya penyelenggaraan. Kita menyelenggarakan Asian Games juga mengeluarkan biaya yang harus dibayarkan kepada Organisasi Olimpiade Asia,” kata Anies di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Anies optimistis biaya yang dikeluarkan Pemprov DKI untuk menjadi tuan rumah Formule E dapat terbayarkan dengan adanya pergerakan ekonomi selama kegiatan itu berlangsung. "Kita mengeluarkan biaya ini, tapi akan ada pergerakan perekonomian Rp 1,2 triliun," ujar Anies.

Anies kemudian menugaskan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai penyelenggara Formula E di Jakarta. Anies menugaskan PT Jakpro untuk mencari biaya penyelenggaraaan setelah pembiayaan awal berupa komitmen fee diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2019 dan 2020 sebesar Rp 1,3 triliun.

“Jadi di awalnya menggunakan modal dari APBD DKI untuk kerja samanya. Kemudian kita menugaskan BUMD. PT Jakpro yang ditugaskan. Sehingga bisa melakukan kontrak kerja sponsor dengan banyak pihak,” kata Anies, Jumat (16/8/2019).

Nantinya kontrak kerja sama yang akan dilakukan PT Jakpro melalui skema bussiness to bussiness(b to b). Anies meyakini dengan adanya skema kontra kerja sama seperti ini, dapat menutupi pembiayaan penyelenggaraan Formula E. PT Jakpro, lanjut Anies, akan membentuk komite sebagai panitia penyelenggara sendiri. Komite ini akan bekerja dibawah pengawasan PT Jakpro, bukan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI. Komite ini terdiri dari berbagai unsur, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Luar Negeri dan Pemprov DKI. Kerangka komite sama seperti saat Pemprov DKI menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

“PT Jakpro akan buat komite sendiri yang bertugas. Komite ini bukan dibawah Dispora DKI, tetapi dibawah Jakpro. Sehingga dia beraksi sebagai entitas badan usaha. Sehingga memudahkan untuk mengatur kontrak dan lain sebagainya,” ujar Anies.

Dalam proses persiapan tersebut, akhirnya Jakarta resmi dinyatakan sebagia tuan rumah Formula E season ke-6. Hal ini diumumkan langsung oleh Anies dan Chief Championship Officer Formula E, Alberto Longo saat konferensi pers Jakarta E-Prix di Monas, Jakarta Pusat, Jumat, 20 September 2019. Pada saat itu, diumumkan juga bahwa Formula E diselenggarakan pada 6 Juni 2020 di Kawasan Monas, Jakarta.

Dalam perjalanannya usai Jakarta dinyatakan resmi sebagai ruan rumah, muncul sejumlah polemik, di antaranya tempat penyelenggaraan Formula E di Monas dan anggaran Formula E hingga akhirnya ditunda selama 2 tahun karena pandemi Covid-19. Terlepas dari polemik tersebut, Anies ingin mewujudkan ide besar dengan penyelenggaraan Formula E di Jakarta, yakni mewujudkan visi transportasi Jakarta bebas emisi dan kegiatan perlombaan yang mendatang dampak perekonomian besar bagi Jakarta.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Prabowo Subianto


# Ferdy Sambo


# Polisi Pengedar Narkoba


# Sekolah Lapang


# Puan Maharani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Eks Wali Kota Cimahi Dibawa ke KPK, Firli: Tunggu Pemeriksaan

Eks Wali Kota Cimahi Dibawa ke KPK, Firli: Tunggu Pemeriksaan

NEWS | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings