Logo BeritaSatu

OKI Janji Bentuk Dana Perwalian Kemanusiaan untuk Bantu Afghanistan

Senin, 20 Desember 2021 | 09:54 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

Islamabad, Beritasatu.com - Negara-negara Islam (OKI) berjanji pada hari Minggu (19/12/2021) untuk membentuk dana perwalian kemanusiaan untuk Afghanistan, dengan jutaan orang menghadapi kelaparan dan musim dingin, perdana menteri Pakistan memperingatkan kekacauan jika keadaan darurat yang memburuk tidak segera ditangani.

Krisis tersebut menimbulkan kekhawatiran yang meningkat tetapi tanggapan internasional teredam oleh keengganan pihak Barat untuk membantu pemerintah Taliban, yang merebut kekuasaan pada Agustus.

Advertisement

"Kecuali tindakan diambil segera, Afghanistan menuju kekacauan," ungkap Perdana Menteri Imran Khan pada pertemuan para menteri luar negeri dari Organisasi Kerja sama Islam (OKI) di Islamabad.

Dana perwalian, yang diumumkan oleh menteri luar negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi, akan didirikan di bawah naungan Bank Pembangunan Islam.

Sebenarnya dengan mengizinkan Afghanistan mengakses dana cadangan yang dibekukan di luar negeri akan menjadi kunci untuk mencegah keruntuhan ekonomi, jelas para peserta dalam pertemuan itu, yang termasuk perwakilan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan Jepang.

Tetapi belum jelas berapa banyak dana yang akan ditampung dan pertemuan itu tidak memberikan pengakuan resmi kepada pemerintah Taliban.

Penjabat menteri luar negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi mengatakan pemerintah telah memulihkan perdamaian dan keamanan dan berbuat banyak untuk mengatasi tuntutan untuk lebih inklusif dengan menghormati hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan.

"Semua harus mengakui bahwa isolasi politik terhadap Afghanistan tidak bermanfaat bagi siapa pun, oleh karena itu sangat penting bahwa semua mendukung stabilitas yang ada dan mendukungnya baik secara politik maupun ekonomi," katanya.
Para pejabat Taliban sebelumnya telah meminta bantuan untuk membangun kembali ekonomi Afghanistan yang hancur dan memberi makan lebih dari 20 juta orang yang terancam kelaparan.

Beberapa negara dan organisasi bantuan telah mulai memberikan bantuan, tetapi sistem perbankan negara yang hampir runtuh telah memperumit pekerjaan mereka.

Qureshi mengatakan membuka saluran keuangan dan perbankan sangat penting "karena ekonomi tidak dapat berfungsi dan orang tidak dapat terbantu tanpa sistem perbankan".



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNA/Reuters

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# Prabowo Subianto


# Ferdy Sambo


# Polisi Pengedar Narkoba


# Sekolah Lapang


# Puan Maharani


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 17 Agustus 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 17 Agustus 2022

NEWS | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings