Logo BeritaSatu

Dewan Pendidikan Kota Pelajar Tolak Kurikulum Baru

Selasa, 18 Desember 2012 | 11:25 WIB
Oleh : B1

Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang juga dikenal sebagai kota pelajar, menolak rencana pemberlakuan kurikulum baru tahun 2013.

Ketua Dewan Pendidikan DIY Prof (Em) Wuryadi menegaskan, penolakan tersebut karena kurikulum 2013 bertentangan dengan UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 19 tahun 2005. Selain itu, kurikulum 2013 sangat berorientasi pragmatis.

"Selama ini tidak ada kurikulum baru yang berbasis pada evaluasi kurikulum sebelumnya, tiba-tiba saja ganti. Harusnya ada evaluasi untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan kurikulum yang sebelumnya. Tapi belum pernah ada langkah seperti itu sejak dulu," ucap Wuryadi didampingi beberapa pengurus Dewan Pendidikan, Selasa (18/12).

Demikian juga dengan rencana meniadakan IPA dan IPS, selain tidak tepat juga cacat yuridis karena kedua mata pelajaran itu memiliki dasar hukum kuat yakni UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Integrasi pelajaran IPA dan IPS di kurikulum sekolah dasar harus memperhatikan kesesuaiannya dari sisi rumpun pelajaran.

Dia mencontohkan IPA lebih mudah diintegrasikan ke pelajaran matematika, sementara IPS cocok diintegrasikan ke Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Konsekuensinya tentu cara pikir dan paradigmanya berbeda pula. Pengintegrasian bisa dilakukan dengan catatan bidang ilmunya masih serumpun.

Selain itu, Kurikulum 2013 tidak didasarkan pada evaluasi dari pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 sehingga dalam pelaksanaannya bisa membingungkan guru dan pemangku pendidikan.

Selain itu, lanjut dia, dalam Kurikulum 201, pemerintah seolah melihat semua guru dan siswa memiliki kapasitas yang sama, serta tidak adanya keterlibatan guru dalam proses pengembangan Kurikulum 2013.

Di dalam Kurikulum 2013 juga disebutkan adanya keseimbangan antara orientasi proses pembelajaran dan hasil. Dewan Pendidikan menilai, hal tersebut sulit dilakukan apabila kebijakan Ujian Nasional (UN) masih diberlakukan.

Oleh karena adanya beberapa kelemahan tersebut, Dewan Pendidikan DIY meminta pemerintah melakukan desain ulang Kurikulum 2013.

Wakil Ketua Dewan Pendidikan DIY, Hary Dandy menambahkan, penambahan jam pelajaran tidak efektif.

Ia menilai sebaiknya ada pengurangan materi pelajaran bukan jam pelajaran yang berkurang atau bertambah. Kurikulum 2013 menurutnya hanya menjadikan guru sebagai objek bukan subjek.

"Pengembangan karakter dan budaya bangsa kepada peserta didik bisa diwujudkan melalui integrasi-interkoneksi pada mata pelajaran yang penekanannya pada keimanan dan akhlak mulia, pengamalan agama, pengamalan Pancasila, pemahaman NKRI, penanaman jiwa patriotisme dan kearifan lokal budaya Indonesia," tegasnya.

Dewan Pendidikan juga akan mengirimkan hasil kajian tersebut ke pihak-pihak terkait seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, DPR RI, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

Jika pemerintah tetap akan memberlakukan kurikulum baru tersebut, ditengarai justru akan muncul masalah.

Anggota Dewan Pendidikan DIY, Prof Buchori, juga mengatakan, sebelum diberlakukan, harus dianalisis dan di evaluasi ke dalam tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berlaku sebelumnya.

Salah satu yang disoroti, kata dia, ialah kapasitas guru yang rendah dalam menyusun kurikulum di tengah aktivitas mengajarnya.

"Selama ini banyak guru kesusahan mengubah kebiasaan dari menerima isi kurikulum apa adanya lalu tiba-tiba diminta menyusun KTSP. Terlebih karena kurikulum 2013 banyak memuat integrasi materi, maka guru harus dilibatkan.

"Perubahan kurikulum ini berisiko, karena jika ada judicial review, maka akan berpotensi dikabulkan dan semua akan sia-sia," katanya.


Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA


TAG POPULER

# OTT Bupati Pemalang


# Brigadir J


# Bharada E


# Putri Candrawathi


# Prabowo Subianto


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Granit Xhaka Kembali Perlebar Keunggulan Arsenal

Granit Xhaka Kembali Perlebar Keunggulan Arsenal

BOLA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings