Manila Bersiap Hadapi Gempa Besar

Manila Bersiap Hadapi Gempa Besar
Makati, pusat bisnis Manila. ( Foto: Ist / Ist )
Andres Fatubun Kamis, 2 Juli 2015 | 14:52 WIB

Manila - Sejumlah seismologi atau ahli kegempaan Filipina menyatakan Ibu Kota negaranya, Manila, menghadapi ancaman gempa besar dalam waktu 50 tahun mendatang. Berdasarkan catatan kegempaan, Patahan West Valley yang membentang membelah Filipina dari utara hingga selatan, akan bergerak dalam waktu lima dasawarsa mendatang. Pemerintah Filipina menyebutkan gempa besar tersebut bisa terjadi kapan saja dan akan melakukan apapun untuk mengurangi dampaknya.

"Kami akan memberikan pemahaman dan pelatihan menghadapi gempa, menyediakan perlatan dan mempersiapkan manajemen tanggap bencana sebaik mungkin. Sehingga pada waktunya kami siap semua," jelas juru bicara lembaga seperti Penanggulan Bencana Nasonal Filipina, Romina Marasigan, Kamis (2/7).

Dalam beberapa tahun, pemerintah sudah melakukan latihan evakuasi di sejumlah kota besar yang dilalui Patahan West Valley secara berkesinambungan. Puncaknya akan dilakukan selama pada akhir Juli ini di Manila. Rencananya Manila disimulasikan benar-benar menghadapi gempa besar dan semua pintu keluar masuk Manila akan ditutup. Upaya simulasi dilakukan juga dengan cara memberitakan gempa yang disiarkan radio swasta dan pemerintah yang isinya simulasi menghadapi gempa hingga kekuatan 7,2 Skala Richter (SR).

Di Makati, yang menjadi pusat bisnis Manila, dibentuk tim SAR khusus untuk mengevakuasi dan mencari korban. Toko-toko dan mal pun sudah menyiapkan stok lampu senter. Sementara peralatan P3K yang dikemas secara menarik dan praktis mudah didapatkan dimanapun.

Pemerintah juga mengeluarkan buku panduan yang isinya peta rawan gempa. Buku ini merupakan hasil penelitian dari Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS).

"Kami sudah mengidentifikasi gempa akibat Patahan West Valley yang bisa melululantakan Manila dan secara tidak langsung berdampak secara nasonal," ujar Renato Solidum, Direktur PHIVOLCS.

Berdasarkan penelitian PHIVOLCS, jika gempa mengguncang Manila pada kekuatan 7,2 SR akan menyebabkan 31.000 orang tewas dan 126.000 lainnya mengalami luka serius. Dengan buku panduan tersebut, maka jumlah korban tewas dan luka diharapkan bisa menyusut tajam.

Filipina tidak asing dengan gempa. Pada 2013, gempa 7,2 SR mengguncang kawasan Bohol meninggalkan 100 orang tewas. Namun jika gempa tersebut mengguncang Manila dengan populasi 11 juta penduduk, maka ceritanya akan berbeda.

 

Sumber: ChannelNewsAsia