Malaysia Selidiki Lagi Dugaan Korupsi Kapal Selam Najib Razak

Malaysia Selidiki Lagi Dugaan Korupsi Kapal Selam Najib Razak
Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak (tengah), saat tiba di Pengadilan Kuala Lumpur, Malaysia, 25 Oktober 2019. ( Foto: Dok SP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Rabu, 21 November 2018 | 19:51 WIB

Kuala Lumpur- Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) membuka kembali penyelidikan atas perdebatan kesepakatan kapal selam yang terjadi 16 tahun lalu dengan melibatkan mantan perdana menteri (PM) Najib Razak. Kasus itu menjadi penyelidikan korupsi terbaru yang harus dihadapi Najib setelah salah satunya skandal perusahaan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

Sejak kalah dalam pemilu bulan Mei lalu, Najib telah didakwa dengan berbagai pelanggaran kriminal, serta menjadi subyek penyelidikan korupsi. Namun, Najib mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan tersebut.

Para penyelidik MACC saat ini sedang menyelidiki dugaan suap dari penjualan dua kapal selam kelas Scorpene kepada Malaysia oleh perusahaan pembangun kapal perang asal Prancis, DCN International (DCNI) pada 2002, ketika Najib menjabat menteri pertahanan.

Salah satu sumber MACC menyebut bahwa Najib telah dipanggil untuk memberikan pernyataan atas kesepakatan kapal selam itu pada Senin (19/11). Para penyelidik juga akan meminta keterangan dari pihak lain, termasuk bekas ajudan Najib, Abdul Razak Baginda, yang sedang diselidiki oleh jaksa keuangan Prancis terkait kesepakatan itu.

DCNI kemudian berubah menjadi entitas baru yang disebut DCNS, yang mengganti namanya sebagai Kelompok Angkatan Laut tahun lalu. Perusahaan pertahanan Prancis, Thales, memiliki sekitar sepertiga dari Kelompok Angkatan Laut itu.

Otoritas Prancis mulai menyelidiki kesepakatan itu setelah kelompok hak asasi manusia (HAM) Suaram menduga penjualan itu menghasilkan komisi US$ 130 juta (Rp 1,8 triliun) yang dibayarkan kepada perusahaan terkait Najib.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE