Bali Democracy Forum Konsisten Promosikan Nilai-nilai Demokrasi

Bali Democracy Forum Konsisten Promosikan Nilai-nilai Demokrasi
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan sambutan dalam Bali Democracy Forum 2018, di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018) ( Foto: Dok Kementerian Luar Negeri )
Natasia Christy Wahyuni / ALD Kamis, 6 Desember 2018 | 11:54 WIB

Mangupura - Penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF) atau Forum Demokrasi Bali telah memasuki tahun ke-11. Dalam BDF tahun ini yang digelar di Nusa Dua, 6-7 Desember, Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi menyatakan, BDF akan tetap konsisten mempromosikan nilai-nilai demokrasi di tengah berbagai tantangan saat ini.

“Selama 10 tahun pertamanya, BDF telah menciptakan kontribusi Indonesia terhadap kemajuan nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan modernisasi, baik di kawasan Asia Pasifik maupun dalam tataran global. BDF ke depan akan tetap konsisten mempromosikan nilai-nilai demokrasi,” kata Retno dalam pernyataan pers di Nusa Dua, Kamis (6/12).

Dia mengungkapkan, Indonesia yang secara rutin menggelar BDF, tidak bermaksud menunjukkan diri sebagai The Champion of Democracy, sebaliknya ingin menjadikan forum bersama ini sebagai wadah untuk saling bertukar pengalaman dan belajar. Menurutnya, format BDF kali ini lebih sederhana untuk memberi lebih banyak kesempatan para peserta berdiskusi dan berinteraksi. Ada dua acara paralel yang digelar sebagai bagian dari BDF ke-11 ini, yaitu Bali Democracy Students Conference (BDSC) serta Bali Civil Society and Media Forum (BCSMF).

BDF ke-11 dihadiri 470 orang dari 92 negara dan tujuh organisasi internasional. Satu-satunya kepala negara yang hadir sekaligus tamu kehormatan, adalah Presiden Nauru Baron Divavesi Waqa. Tema yang diangkat kali ini adalah “Democracy for Prosperity” (Demokrasi untuk Kemakmuran).

“Dengan BDF, pemerintah Indonesia terus berupaya menunjukkan bahwa demokrasi merupakan alat untuk menghilangkan ketimpangan, mereduksi kesenjangan, dan memberikan kesempatan untuk kemajuan ekonomi dan politik secara seimbang,” jelasnya.

Retno menambahkan, Indonesia juga telah memperluas BDF dengan menyelenggarakan BDF Chapter Berlin pada 2018, dan sebelumnya BDF Chapter Tunis. Tujuan pelaksanaan kedua chapter itu untuk bertukar pikiran mengenai pelaksanaan demokrasi dan tantangannya, tidak hanya di Asia Pasifik tapi juga di kawasan lain termasuk Timur Tengah dan Eropa.

“Intinya, kunci kesuksesan demokrasi adalah inklusivitas, demokrasi yang dapat diakses dan dinikmati oleh semua, tidak ada marginalisasi, karena kohesi sosial terbentuk untuk mendukung kesejahteraan,” ujar Retno.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE