Setelah Menikahi Wanita Rusia, Raja Malaysia Justru Turun Takhta

Setelah Menikahi Wanita Rusia, Raja Malaysia Justru Turun Takhta
Raja Malaysia dari Kelantan, Muhammad V, dan mantan Miss Moskwa, Oksana Voevodina, saat upacara pernikahan keduanya yang berlangsung di Moskwa, 22 November 2018.
Unggul Wirawan / WIR Senin, 7 Januari 2019 | 19:46 WIB

Kuala Lumpur- Pengunduran diri Sultan Muhammad V sebagai Raja Malaysia membuat banyak orang terkejut. Sejak Malaysia memperoleh kemerdekaan dari Inggris sekitar 60 tahun yang lalu, belum pernah ada raja Malaysia yang turun takhta dengan sengaja. Tetapi pengunduran diri ini terjadi justru setelah Raja Malaysia menikahi wanita Rusia.

“Dalam mengabulkan keinginan Yang Mulia Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, Istana Negara, dengan ini mengumumkan bahwa Yang Mulia turun takhta sebagai Yang ke-Pertuan Agung ke-15 efektif tanggal 6 Januari 2019, sesuai dengan Pasal 32 (3) Federal Konstitusi,” kata Wan Ahmad Dahlan Abdul Aziz.

Menurut laporan daring pada bulan November, raja berusia 49 tahun baru-baru ini menikahi mantan ratu kecantikan Oksana Voevodina yang berusia 25 tahun, yang memegang gelar Miss Moskwa pada tahun 2015. Istana Malaysia juga tidak pernah menanggapi permintaan komentar pada foto atau laporan pernikahan.

Laporan tersebut menampilkan foto-foto pernikahan yang seharusnya, yang dikatakan telah terjadi pada 22 November di satu gedung konser di pinggiran kota Barvikha, Moskwa. Sebelumnya, Mahathir pernah mengatakan bahwa dia tidak memiliki konfirmasi resmi tentang pernikahan tersebut.

Walaupun hanya berperan seremonial, gelar raja Malaysia memberikan prestise yang sangat tinggi terutama di antara mayoritas Muslim Melayu di Malaysia, yang dianggap sebagai raja yang menjunjung tinggi tradisi Melayu dan Islam. Kritik yang dianggap menghina raja bahkan dapat menarik hukuman penjara.

Pengawas keuangan mengatakan bahwa Sultan Muhammad V, sebagai komandan tertinggi Angkatan Bersenjata Malaysia, bangga dengan pengorbanan dan pengabdian yang ditunjukkan kepadanya dan negara selama bertahun-tahun.

“Yang Mulia berharap bahwa semua orang Malaysia akan terus tetap bersatu, toleran, dan setuju dalam memikul tanggung jawab untuk menjaga kedaulatan negara sehingga Malaysia akan tetap dalam damai dan harmoni,” katanya.

Rumor turun takhta itu beredar daring awal pekan ini, meskipun PM Mahathir Mohamad mengatakan dia tidak menerima berita resmi tentang masalah itu.

“Saya tidak menerima surat atau indikasi resmi tentang apa pun, jadi saya tidak akan membicarakannya,” kata Dr Mahathir pada konferensi pers pada Jumat.

Mahathir juga mengatakan bahwa "sejauh (dia) tahu", raja telah melanjutkan tugas setelah cuti selama dua bulan hingga 31 Desember.



Sumber: Suara Pembaruan
CLOSE