Ketegangan Sengketa Batas Malaysia dan Singapura Mereda

Ketegangan Sengketa Batas Malaysia dan Singapura Mereda
Pemandangan udara yang diambil dari helikopter menunjukkan kapal tanker LNG sedang dipandu di sepanjang selat Johor yang berbatasan dengan Singapura pada 2 Februari 2016. ( Foto: AFP / ROSLAN RAHMAN )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 10 Januari 2019 | 06:55 WIB

Singapura-Malaysia dan Singapura menyepakati langkah-langkah untuk menurunkan ketegangan diplomatik kedua negara. Malaysia akan segera menangguhkan wilayah terbatas permanen di ruang udara di atas Pasir Gudang, sedangkan Singapura juga akan menunda implementasi prosedur Instrumen Sistem Pendaratan (ILS) untuk Bandara Seletar.

Keputusan itu diambil setelah pertemuan menteri luar negeri kedua negara, Selasa (8/1), di Singapura untuk membicarakan berbagai isu bilateral termasuk perselisihan ruang udara saat ini dan sengketa maritim. Penangguhan berlaku selama satu bulan sebagai langkah awal.

Dalam pernyataan bersama kedua menlu disebutkan menteri transportasi Malaysia dan Singapura juga akan segera bertemu untuk membahas wilayah terbatas permanen di atas Pasir Gudang dan prosedur ILS untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dari penerbangan sipil.

Menlu Singapura Vivian Balakrishnan dan Menlu Malaysia Saifuddin Abdullah mengatakan pertemuan keduanya berlangsung positif dan konstruktif.

“Kedua pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk menjaga hubungan penting diantara kedua negara dan meningkatkan hubungan bilateral berdasarkan kesetaraan dan saling menghormati,” sebut mereka dalam pernyataan besama.

Kedua menlu juga setuju akan pentingnya menjaga situasi di lapangan tetap tenang sehingga diskusi bisa berlangsung dalam situasi kondusif.

Terkait isu maritim yang melibatkan batas pelabuhan Singapura dan Malaysia, kedua menteri setuju membentuk kelompok kerja untuk mempelajari dan membicarakan persoalan hukum dan operasional demi meredakan situasi di lapangan serta menyediakan landasan untuk diskusi dan perundingan selanjutnya.

Kelompok kerja akan dipimpin oleh Sekretaris Permanen dari Kementerian Luar Negeri Singapura Chee Wee Kiong dan Sekjen Kemlu Malaysia Muhammad Shahrul Ikram Yaakob. Kelompok kerja itu akan melapor kepada kedua menlu dalam kurun dua bulan.



Sumber: Suara Pembaruan