Berang Atas Pengeboman Gereja, Duterte Ancam Basmi ISIS

Berang Atas Pengeboman Gereja, Duterte Ancam Basmi ISIS
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 9 Februari 2019 | 08:42 WIB

Manila, Beritasatu.com- Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Kamis (7/2), sekali lagi mengecam para teroris Negara Islam di Irak dan dan Suriah (ISIS) di Filipina. Dalam pidatonya di Istana Malacanang, Duterte menyebut ISIS sebagai “orang gila” dan “terbuat dari neraka”, serta mendesak mereka agar tidak berani menyerah karena dia akan membunuh mereka semua.

“Agar saya bisa membunuh orang-orang, tapi harus dengan alasan baik. Pembelaan diri, pembelaan kerabat, pembelaan orang asing, memenuhi tugas Anda sebagai petugas perdamaian,” kata Duterte.

Militer Filipina telah mengintensifkan serangan baru ke sarang teroris di Sulu, provinsi yang dilanda perselisihan dan menjadi lokasi teror bom mematikan di gereja Katolik pada 27 Januari 2019.

Militer menyebut teroris Abu Sayyaf yang diilhami ISIS menderita banyak korban dari serangan pemerintah. Militer juga sedang mengonfirmasi laporan bahwa pemimpin Abu Sayyaf, Idang Susukan, menjadi salah satu korban tewas dalam operasi terbaru di Jolo.

Setidaknya lima tentara juga tewas dalam bentrokan terbaru dengan teroris Abu Sayyaf di Sulu. Operasi baku tembak itu atas perintah Duterte untuk menghancurkan teroris yang terinspirasi ISIS.

Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Senin (4/2), mengumumkan kasus pengeboman gereja katedral Jolo telah ditutup setelah terduga pengebom menyerahkan diri secara terpisah kepada otoritas di Sulu.

Ada lima tersangka yang menyerahkan diri yaitu Kammah Pae dan empat pengikutnya, teridentifikasi sebagai Albaji Kisae Gadjali, putranya, Rajan Bakil dan Kaisar Bakil, dan Salit Alih, semuanya sudah berada di tahanan polisi.

Kammah mengaku bagian dari Kelompok Ajang-Ajang yang bekerja dengan Kelompok Abu Sayyaf (Abu Sayyaf Group/ASG) di Sulu. Kammah membantah terlibat dalam pengeboman di gereja Jolo, tapi Kepala PNP, Dirjen Oscar Albayalde, mengatakan tersangka teroris adalah orang yang ditandai para pengikutnya telah mengawal dua pelaku bom bunuh diri yang diduga pasangan suami istri asal Indonesia, ke gereja pagi itu.



Sumber: Suara Pembaruan