Resmi, Filipina Hengkang dari ICC

Resmi, Filipina Hengkang dari ICC
Sejumlah petugas mengidentifikasi terhadap salah satu jenazah korban yang ditembak mati setelah terjadi baku tembak di Manila, Filipina, 28 Agustus 2016 lalu. Lebih dari 2000 orang tewas menyusul kebijakan Presiden Duterte dalam memberantas narkoba sejak dua bulan terakhir di Filipina. ( Foto: AFP/Noel Celis )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 18 Maret 2019 | 17:01 WIB

Manila, Beritasatu.com- Filipina secara resmi keluar dari keanggotaan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (18/3), pemerintah Manila memilih mundur setelah ICC melancarkan pemeriksaan terhadap dugaan pembunuhan ilegal dalam perang antinarkoba yang dikampanyekan Presiden Rodrigo Duterte.

Pengunduran diri Manila pada Minggu (17/3) terjadi setahun setelah menyatakan kepada PBB bahwa mereka akan meninggalkan satu-satunya pengadilan kejahatan perang permanen di dunia. Filipina menjadi negara kedua yang meninggalkan ICC setelah Burundi.

“Sekretaris jenderal memberi tahu semua negara yang bersangkutan bahwa penarikan itu akan berlaku untuk Filipina pada 17 Maret,” kata juru bicara PBB Eri Kaneko kepada kantor berita AFP, Jumat (15/3).

Manila memilih keluar dari ICC setelah lembaga itu melancarkan pemeriksaan pendahuluan pada 2018 ke dalam penumpasan narkoba Presiden Rodrigo Duterte yang telah menewaskan ribuan orang dan mendapat kecaman interna



Sumber: Suara Pembaruan