Pemerintahan Militer Thailand Akan Sulit Hadapi Koalisi Oposisi

Pemerintahan Militer Thailand Akan Sulit Hadapi Koalisi Oposisi
Panglima Militer Thailand Jenderal Prayuth Chan-ocha ( Foto: AFP Photo )
Natasia Christy Wahyuni / Jeany Aipassa / JAI Senin, 25 Maret 2019 | 14:15 WIB

Bangkok, Beritasatu.com - Pemerintahan militer Thailand tidak akan berjalan mulus, meskipun Partai Palang Pracharath yang dibentuk junta militer unggul dalam pemilihan umum (pemilu), Minggu (24/3/2019). Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Prayuth Chan-O-Cha, diprediksi akan kesulitan menghadapi koalisi oposisi.

Menurut profesor bidang politik di Universitas Mahidol, Punchada Sirivunnabood, kemenangan partai pro-militer di pemilu Thailand 2019 justru akan membuat oposisi membentuk koalisi yang kuat. Partai Pheu Thai yang berkaitan dengan mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra akan berkoalisidengan Partai Future Forward.

“Akan sulit bagi mereka meloloskan RUU dan Prayuth mungkin tidak akan mampu mengatasi tekanan itu,” kata Punchada Sirivunnabood, di Bangkok, Thailand, Senin (25/3/2019).

Punchada Sirivunnabood mengungkapkan, keraguan tentang stabiltas pemerintahan di bawah komando militer juga datang dari kalangan pebisnis. Hal itu terlihat dari sejumlah investor asing yang menarik lebih dari US$ 700 juta dari saham dan obligasi Thailand tahun ini, karena kekhawatiran pertumbuhan ekspor dan ekonomi yang bergantung pada pariwisata.

Mengenai hasil perhitungan sjuara sementara hasil pemilu yang dimenangkan Partai Palang Pracharath, Punchada Sirivunnabood, mengatakan jumlah suara yang dipublikasikan adalah popular vote, tapi tidak mencerminkan kursi konstituen parlemen yang dimenangkan.

Partai Pheu Thai, diprediksi tetap bisa memenangkan perolehan kursi karena pemilihnya terkonsentrasi di utara dan timur laut Thailand. Dari perhitungan suara sementara, Partai Palang Pracharath berhasil meraih 7,7 juta suara dengan jumlah perhitungan telah mencapai 94%. 

Sedangkan Partai Pheu Thai, partai politik terkait mantan PM Thaksin Shinawatra, berada di posisi kedua dengan jumlah suara 7,23 juta. Partai Pheu Thai sesuai jalur untuk memenangkan setidaknya 129 kursi dan Palang Pracharat setidaknya 102 kursi berdasarkan perhitungan hasil sebagian dari total 350 kursi yang diperebutkan.

Sisanya sekitar 150 kursi akan dialokasikan di bawah formula kompleks untuk partai-partai kecil sesuai perolehan total suara. Komisi Pemilihan Thailand berjanji akan mengumumkan hasil perhitungan suara pada Senin (25/3/2019) siang waktu setempat.

Thaksin Shinawatra atau sekutu-sekutnya berhasil memenangkan sebagian besar kursi dalam setiap pemilu Thailand sejak 2001 dengan dukungan dari para petani miskin yang memujinya untuk perawatan kesehatan murah, jaminan harga panen, dan pinjaman murah.



Sumber: Bloomberg/BBC/Reuters/Suara Pembaruan