Dubes Tantowi Yahya: Indonesia Juga Pasifik

Dubes Tantowi Yahya: Indonesia Juga Pasifik
Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya menyampaikan presentasi di hadapan akademisi, pengusaha, dan perwakilan pemerintah Selandia Baru dan negara-negara Pasifik, di Wellington, Selasa (26/3/2019). Presentasi tersebut disampaikan dalam rangka penyelenggaraan Pacific Exposition 2019. ( Foto: Istimewa )
Aditya L Djono / ALD Kamis, 28 Maret 2019 | 14:08 WIB

Wellington, Beritasatu.com – Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga, Tantowi Yahya mengungkapkan, Indonesia adalah bagian dari Pasifik. Sebab, ada fakta geografis bahwa lima provinsi di wilayah timur, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terletak di Samudera Pasifik.

Hal tersebut disampaikan Tantowi Yahya di hadapan para akademisi, pengusaha, perwakilan pemerintah Selandia Baru dan beberapa negara Pasifik, dalam satu forum pertemuan di Wellington Club, Wellington, Selasa (26/3/2019). Forum tersebut diselenggarakan dalam rangka Pacific Exposition 2019, yaitu pameran perdagangan, investasi, dan pariwisata yang akan diadakan di Auckland, Selandia Baru, pada 12-14 Juli 2019.

"Kepasifikan Indonesia didukung oleh fakta geografis, yaitu 5 provinsi di timur; Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT terletak di Samudera Pasifik," ungkap Tantowi Yahya dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Kamis (28/3/2019).

Selain itu, lanjut Tantowi Yahya, lebih dari separuh komunitas Melanesia dan Polinesia di dunia ada di Indonesia. "Dengan dukungan data dan fakta ini, dengan bangga saya katakan Indonesia adalah bagian tak terpisahkan dari Pasifik, bagian dari komunitas Melanesia dan Polinesia di dunia. Oleh karenanya Indonesia, sebagai bagian dari Middle Income Goup countries, anggota G20 dan yang lebih penting lagi sebagai bagian dari Pasifik, merasa terpanggil untuk berkontribusi di wilayah ini" papar Tantowi Yahya.

Terkait penyelenggaraan Pacific Exposition 2019, Tantowi Yahya menjelaskan, expo yang baru pertama kali digelar ini merupakan inisiatif Indonesia yang kemudian diadopsi menjadi program bersama Indonesia, Australia, dan Selandia Baru dalam kerangka trilateral cooperation (kerja sama trilateral). Diharapkan, 19 negara di Pasifik Selatan akan ikut dalam pameran bersama ini.

"Inilah forum dimana semua negara di kawasan ini dapat memamerkan semua produk ekspor mereka serta potensi investasi dan pariwisata yang mereka miliki," jelas Tantowi Yahya.

Bagi Indonesia, menurut Tantowi Yahya, Pacific Exposition adalah peluang untuk mengoneksikan 5 provinsi di timur dengan negara-negara di Pasifik secara ekonomi. Dampak dari expo ini diharapkan akan terjadi interaksi antara kelima wilayah itu mitranya di Pasifik. "Sementara bagi para pengusaha, ekspor tir dan investor kita, inilah peluang untuk masuk ke pasar yang belum banyak kita garap selama ini," ujar Tantowi Yahya.

Tantowi Yahya menjelaskan, Pacific Exposition adalah upaya tiga negara untuk menciptakan momentum Pasifik. "Pasifik yang bersatu akan menciptakan region ekonomi baru dengan kekuatan 300 juta jiwa dengan GDP mencapai US$ 2,6 triliun. Pasifik yang bersatu akan menjadikan kawasan ini sebagai raksasa baru pariwisata," ungkap Tantowi Yahya.



Sumber: Suara Pembaruan