Milisi Pakistan Eksekusi 14 Penumpang Bus

Milisi Pakistan Eksekusi 14 Penumpang Bus
Aparat keamanan Pakistan memeriksa lokasi ledakan bom bunuh diri di pasar buah di Quetta, April 2019. (Foto: AFP / Dokumentasi)
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 18 April 2019 | 20:52 WIB

Islamabad, Beritasatu.com- Milisi yang mengenakan seragam pasukan keamanan menghentikan dua bus di Pakistan barat daya pada Kamis (18/4). Mereka mengeksekusi mati 14 penumpang setelah memerintahkannya keluar dari kendaraan.

Kepada CNN, Kepala polisi provinsi Balochistan Mohsin Ali Butt mengatakan bahwa 15 hingga 20 penyerang menghentikan bus di dekat kota Ormara, di selatan provinsi.

“Para milisi memerintahkan 14 dari total penumpang untuk turun dan menembak mereka dari jarak dekat sebelum melarikan diri. Ini adalah tindakan pembunuhan yang ditargetkan,” katanya.

Aliansi separatis Baloch, Baloch Raaji Aajoi Sangar (BRAS), mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan itu,. Dalam satu pernyataan yang dikirimkan kepada wartawan, mereka menargetkan penumpang yang menjadi bagian dari militer negara itu.

“Mereka yang terbunuh membawa kartu identitas Angkatan Laut dan Penjaga Pantai Pakistan, dan terbunuh setelah diidentifikasi,” kata seorang juru bicara BRAS.

“Bus-bus itu dalam perjalanan dari kota terbesar di Pakistan, Karachi ke kota pelabuhan Gwadar. Polisi dan lembaga pemerintah lainnya telah meluncurkan penyelidikan atas pembunuhan itu,” tambah Butt.

Perdana Menteri Imran Khan menyatakan simpati kepada keluarga para korban dan bersumpah upaya maksimal untuk membawa para pelaku tindakan biadab itu ke pengadilan.

Pembunuhan bus itu terjadi hanya beberapa hari setelah satu bom yang diklaim oleh kelompok milisi Muslim Sunni mengoyak pasar buah di kota Quetta, Balochistan. Bom menewaskan 20 orang.

Serangan Jumat lalu menghantam distrik Hazarganji di kota itu, yang merupakan rumah bagi sebuah komunitas besar dari minoritas Muslim Syiah Hazara. Lashkar-e-Jhangvi mengaku bertanggung jawab atas bom itu. Jhanvi adalah satu kelompok milisi Sunni yang diketahui menargetkan Hazaras.



Sumber: Suara Pembaruan