Tolak Kiriman Limbah, Duterte Ancam Perangi Kanada

Tolak Kiriman Limbah, Duterte Ancam Perangi Kanada
PM Kanada Justin Trudeau dan Presiden Filipina Rodrigo Duterte ( Foto: RT / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 25 April 2019 | 21:14 WIB

Manila, Beritasatu.com- Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mengancam akan berperang dengan Kanada. Ancaman itu dilontarkan karena Kanada tidak mengambil kembali berton-ton sampah yang dikirimkan ke Manila beberapa tahun lalu oleh satu perusahaan.

Berdasarkan laporan CNN Filipina, sebanyak 103 peti kemas berisi 2.450 ton sampah dikirimkan ke Filipina pada 2013 dan 2014.

“Saya akan memberikan peringatan kepada Kanada mungkin pekan depan bahwa mereka lebih baik menarik (sampah) itu keluar. Kami akan mengumumkan perang melawan mereka, bagaimana pun kami bisa menangani mereka,” kata Duterte, Selasa (23/4).

Sejumlah peti kemas sampah itu diberi label “plastik untuk didaur ulang”. Tapi, pemeriksa di Filipina menemukan sampah-sampah itu tidak bisa didaur ulang. Sampah-sampah itu dinyatakan ilegal dan perusahaan swasta yang berbasis di Kanada dianggap bertanggung jawab untuk pengiriman kargo yang tidak memiliki izin impor. Beberapa kontainer masih berada di pelabuhan Manila.

Masalah sampah global dan langkah yang harus diambil telah menjadi persoalan yang berkembang. Selama bertahun-tahun, negara-negara maju telah mengirimkan sampahnya ke luar negeri untuk diproses, tapi saat ini mulai berubah.

Tahun lalu, Tiongkok mengeluarkan larangan “sampah asing” sebagai cara mengurangi kerusakan lingkungan. Pembatasan itu dilaporkan menyebabkan daur ulang sampah telah menumpuk di negara maju, tanpa tempat untuk mengirimkannya.

“Saya tidak mengerti mengapa mereka menjadikan kami tempat pembuangan,” kata Duterte yang memperingatkan akan berlayar ke Kanada dan membuang sendiri sampah itu ke sana.



Sumber: Suara Pembaruan