Polisi Tiongkok Gerebek Pabrik Lego Palsu Bernilai Rp 425 Miliar

Polisi Tiongkok Gerebek Pabrik Lego Palsu Bernilai Rp 425 Miliar
Foto dokumentasi pada 6 November 2018 menunjukkan mainan "Lepin" palsu di Beijing. Polisi Tiongkok telah membongkar satu sindikat yang dituduh memproduksi Lego palsu bernilai sekitar US$ 30 juta yang dijual di seluruh negeri. ( Foto: AFP / Fred Dufour )
Unggul Wirawan / WIR Selasa, 30 April 2019 | 07:42 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Polisi Tiongkok telah membongkar jaringan sindikat yang dituduh memproduksi Lego palsu senilai US$ 30 juta (sekitar Rp 425 miliar) yang dijual di seluruh negeri.

Awal pekan ini, polisi menggerebek tempat Lepin yakni pembuat mainan Tiongkok yang memproduksi Lego tiruan di kota Shenzhen, empat orang tersangka ditangkap.

“Pada Oktober 2018, polisi Shanghai menemukan bahwa blok bangunan Lepin yang tersedia di pasar sangat mirip dengan Lego,” kata polisi Shanghai pada Jumat (26/4),

Mainan-mainan itu ditiru dari cetak biru Lego dan dikirim ke satu pabrik di Shenzhen untuk diproduksi sebelum dijual dan menyebar ke seluruh Tiongkok.

“Di lebih dari 10 jalur perakitan, lebih dari 90 cetakan telah diproduksi. Polisi menyita sekitar 630.000 lembar Lego yang selesai bernilai lebih dari 200 juta yuan (US$ 30 juta),” kata pernyataan itu.

Foto-foto dari penggerebekan pada Selasa yang diposting pada akun media sosial penegakan hukum resmi - menunjukkan cetakan dan kotak yang tampak sangat mirip dengan Lego yang diproduksi oleh raksasa mainan Denmark.

Satu tiruan Lego Star Wars disebut "Star Plan", sedangkan set mainan itu dirilis bersamaan dengan "Lego Movie 2" yang baru juga telah ditiru dan dijual dengan nama "The Lepin Bricks 2".

“Produk palsu itu bisa menjadi masalah keamanan bagi konsumen,” kata Wakil Presiden Lego Tiongkok dan Asia Pasifik Robin Smith, lapor kantor berita resmi Xinhua.



Sumber: Suara Pembaruan