Polisi Sri Lanka Ungkap Nama Seluruh Pelaku Bom Bunuh Diri

Polisi Sri Lanka Ungkap Nama Seluruh Pelaku Bom Bunuh Diri
Pasukan keamanan menjaga gereja St. Anthony di Kolombo, Sri Lanka, pascaserangan bom pada Minggu Paskah, (21/4/2019). ( Foto: AFP/ Getty Images / ISHARA S. KODIKARA )
Natasia Christy Wahyuni / FMB Jumat, 3 Mei 2019 | 16:37 WIB

Kolombo, Beritasatu.com - Polisi Sri Lanka telah menyebutkan keseluruhan nama sembilan pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 257 orang pada Minggu Paskah 21 April 2019 lalu. Polisi juga telah menyita aset para tersangka sesuai undang-undang antiteror.

Juru bicara polisi, Ruwan Gunasekera, mengonfirmasi pada Rabu (1/5/2019), dua hotel mewah dibom oleh dua kakak adik laki-laki dari keluarga berada di Kolombo yang bergerak di bidang ekspor rempah-rempah.

Kelompok teroris itu mengirim satu pelaku pengebom bunuh diri di setiap lokasi, kecuali Hotel Shangri-La yang terjadi dua kali ledakan bom bunuh diri. Teror bom di Sri Lanka pada 21 April 2019 sendiri terjadi di tiga gereja dan tiga hotel.

Salah satu pengebom di Shangri-La yaitu Zahran Hashim, pemimpin dari kelompok jihadis lokal yang disebut bertanggung jawab atas rangkaian serangan itu. Hashim memimpin kelompok ekstrimis National Thowheed Jamath (NTJ) yang kini telah dilarang. Dia menyerang Shangri-La bersama dengan rekannya Ilham Ahmed Mohamed Ibrahim.

Kakak tertua Ilham, yaitu Inshaf Ahmed, adalah pelaku pengeboman di hotel dekatnya, Hotel Cinnamon Grand.

Sedangkan, hotel ketiga yang menjadi target adalah Kingsbury, yang dibom oleh pria yang teridentifikasi sebagai Mohamed Azzam Mubarak Mohamed. Istrinya saat ini berada dalam tahanan polisi.

Gereja Santo Anthony ditargetkan oleh seorang penduduk lokal bernama Ahmed Muaz. Otoritas juga telah menangkap saudara laki-laki Muaz. Sedangkan, pengebom Gereja Santo Sebastian adalah Mohamed Hasthun, yaitu penduduk dari pulau sebelah timur dimana menjadi markas Hashim (pengebom Shangri-La). Untuk Gereja Kristen Zion di distrik sebelah timur Batticaloa, pelaku pengeboman adalah Mohamed Nasser Mohamed Asad.

Selain itu, seorang pria lainnya yang gagal meledakkan bom di satu hotel mewah, tetapi meledak di rumah tamu di dekat ibu kota Kolombo, teridentifikasi sebagai Abdul Latheef, yang pernah menempuh pendidikan di Inggris dan Australia.

Tak lama setelah serangan bom di hotel, Fathima Ilham, yaitu istri dari adik bungsu kakak beradik yang melakukan pengeboman, meledakkan diri sehingga membunuh dua anaknya dan tiga petugas polisi yang melakukan penyergapan ke rumahnya di Kolombo.



Sumber: AFP