Polisi Sri Lanka Temukan Kamp Militan Islam

Polisi Sri Lanka Temukan Kamp Militan Islam
Petugas polisi berdiri di dalam kamp pelatihan yang diduga terkait dengan militan Islam, di Kattankudy dekat Batticaloa, Sri Lanka, 5 Mei 2019. ( Foto: Istimewa )
Jeany Aipassa / JAI Senin, 6 Mei 2019 | 15:22 WIB

Kolombo, Beritasatu.com - Polisi Sri Lanka dilaporkan menemukan kamp seluas 10 hektare di kota sebelah timur Kattankudy yang diyakini menjadi tempat latihan bagi militan Islam yang melakukan serangan bom Paskah pada 21 April 2019. 

Sumber kepolisian Sri Lanka menyatakan, kamp yang dibatasi tembok-tembok itu, terletak di daerah perumahan miskin di pinggiran kota asal salah satu pelaku kunci, Zahran Hashim. Diduga kamp tersebut, digunakan untuk latihan menembak dan pembuatan bom.

Dijelaskan, lingkungan yang sempit dan berpasir dengan menara pengawas empat lantai, serta pohon-pohon mangga, kandang ayam, dan kandang kambing.

“Mereka ingin memperlihatkan ini tempat biasa. Jika seseorang datang, ini terlihat seperti peternakan. Tapi apa yang mereka lakukan di sini adalah terorisme,” kata seorang polisi senior di Batticaloa.

Otoritas Sri Lanka juga memperketat keamanan dengan menyerukan agar masyarakat menyerahkan senjata seperti pedang dan pisau besar ke kantor polisi terdekat. Ratusan senjata telah disita dalam operasi pencarian sejak serangan tanggal 21 April 2019.

Presiden Sri Lanka, Maithripala Sirisena, Sabtu (4/5/2019), berjanji pasukan keamanan akan memberantas terorisme. Sirisena juga meyakini keterlibatan ISIS di balik serangan bom Paskah yang menargetkan gereja-gereja dan hotel mewah.

“Pemilu tidak bisa ditunda, oleh karena itu sebelum pemilihan, saya akan membawa stabilitas dan memberantas terorisme,” ujarnya merujuk kepada pemilihan presiden yang kemungkinan digelar pada 10 November dan 10 Desember 2019. Maithripala Sirisena dipastikan akan kembali maju dalam pemilihan tersebut.

 



Sumber: AFP/Reuters/Suara Pembaruan