Semua Tersangka Bom Paskah Sri Lanka Telah Ditangkap atau Tewas

Semua Tersangka Bom Paskah Sri Lanka Telah Ditangkap atau Tewas
Petugas keamanan berjaga-jaga di luar gereja Santo Antony di Kolombo, Sri Lanka, pada 22 April 2019, sehari setelah gereja itu dilanda serangkaian ledakan bom. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 7 Mei 2019 | 20:20 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Polisi Sri Lanka, Senin (6/5), memastikan semua tersangka komplotan atau mereka yang terkait dengan serangan teror bom Paskah, telah ditangkap atau tewas.

Menteri Pertahanan Chandana Wickramaratne selaku pejabat sementara inspektur jenderal polisi, menyatakan pasukan keamanan juga telah menyita bahan pembuatan bom untuk dipakai nantinya oleh para militan yang terlibat dalam serangan tanggal 21 April 2019.

Polisi Sri Lanka menyakini pengeboman dilakukan oleh dua kelompok Islam setempat yaitu National Tawheed Jamaath (NTJ) and Jamathei Millathu Ibrahim (JMI), tapi mengakui bahwa mereka mendapat dukungan dari internasional. Sementara itu, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengatakan kelompok ISIS memilih serangan di negaranya untuk menunjukkan bahwa mereka tetap ada. Meskipun dikritik karena gagal menanggapi peringatan serangan, Sirisena menolak untuk mengundurkan diri.

Sebaliknya, Sirisena menegaskan akan memberantas terorisme dan memulihkan stabilitas sebelum pemilihan presiden pada akhir tahun ini.

“Pemilu tidak bisa ditunda, oleh karena itu sebelum pemilihan, saya akan membawa stabilitas dan saya akan memberantas terorisme,” ujarnya.

Sirisena meyakini 25-35 anggota aktif terkait pengeboman masih dalam pencarian. Pekan lalu, juru bicara polisi, Ruwan Gunasekara, menyebut keseluruhan sembilan pelaku pengeboman, termasuk kakak adik laki-laki dari keluarga berada di Kolombo yang bergerak di bidang ekspor rempah-rempah.

Kelompok teroris itu mengirim satu pelaku pengebom bunuh diri di setiap lokasi, kecuali Hotel Shangri-La yang terjadi dua kali ledakan bom bunuh diri. Salah satu pengebom di Shangri-La yaitu Zahran Hashim, pemimpin dari kelompok jihadis lokal yang disebut bertanggung jawab atas rangkaian serangan itu. Hashim memimpin kelompok ekstrimis NTJ. Dia menyerang Shangri-Lla bersama dengan rekannya Ilham Ahmed Mohamed Ibrahim.



Sumber: Suara Pembaruan