Sri Lanka Perintahkan Tes DNA Terhadap Pelaku Bom Paskah

Sri Lanka Perintahkan Tes DNA Terhadap Pelaku Bom Paskah
Petugas keamanan berjaga-jaga di luar gereja Santo Antony di Kolombo, Sri Lanka, pada 22 April 2019, sehari setelah gereja itu dilanda serangkaian ledakan bom. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Sabtu, 11 Mei 2019 | 14:00 WIB

Kolombo, Beritasatu.com - Pengadilan Sri Lanka, Jumat (10/5), memerintahkan tes DNA untuk memastikan bahwa pemimpin kelompok serangan teror bom Paskah pada 21 April 2019, benar-benar telah tewas.

Serangan bom oleh miltan Islam kepada tiga gereja dan tiga hotel itu, diyakini dipimpin oleh Zahran Hashim, ulama berusia 34 tahun dari wilayah timur Sri Lanka.

Sejumlah penduduk di Kattankudy, yaitu kampung halaman Zahran Hashim, mengenalnya saat dikonfirmasi lewat rekaman video pengawasan yang diambil sebelum serangan tanggal 21 April 2019.

Dalam video itu, seorang laki-laki yang diyakini penyelidik sebagai pelaku pengeboman bunuh diri, tampaknya memperlihatkan laki-laki yang lebih kurus dari Zahran Hashim dengan gaya berjalan berbeda.

Video itu singkat dan wajah pria itu disembunyikan oleh topi. Zahran Hashim sendiri telah menghilang dari masyarakat sejak beberapa bulan sebelum serangan itu.

Hakim kepala Kolombo, Ranga Dissanayake, memerintahkan pejabat medis peradilan negara untuk memeriksa jenazah Hashim lewat DNA putrinya. Menurut Ranga Dissanayake, perintah itu berdasarkan permintaan dari departemen penyelidikan kejahatan.

Seorang pejabat intelijen utama yang tidak disebutkan namanya, berdasarkan identifikasi dipastikan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah Zahran. “Tapi karena ada perselisihan, kami akan melakukan tes DNA,” kata Ranga Dissanayake.

Otoritas Sri Lanka meyakini bom bunuh diri dilakukan oleh dua kelompok Islam setempat yaitu National Tawheed Jamaath (NTJ) dan Jamathei Millathu Ibrahim (JMI). Namun, Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Para penyelidik dari delapan negara, termasuk Biro Federal Investigasi dan Interpol AS, ikut membantu dalam proses penyelidikan. Sebelumnya, pelaku pengeboman Paskah, Zahran Hashim (atau Mohamed Zahran Hashim), tewas dalam aksi bom bunuh diri di Hotel Shangri-La Kolombo.

Zahran Hashim sudah bertahun-tahun berceramah tentang kebencian dan kekerasan sampai akhirnya mewujudkan perkataannya dalam tindakan dengan meledakkan diri saat jam sarapan di kafe Hotel Shangri-La yang menghadap ke arah laut.

Zahran Hashim diyakini sebagai tokoh pemimpin dari rangkaian pengeboman bunuh diri di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada 21 April 2019. Bom Sri Lanka telah memicu kengerian di negara dengan minoritas Kristen yang juga telah mengakhiri perang sipil 25 tahun dalam satu dekade terakhir.



Sumber: Reuters/Suara Pembaruan