Bangunan Runtuh di Shanghai, 10 Tewas

Bangunan Runtuh di Shanghai, 10 Tewas
Anggota tim penyelamat mengevakuasi korban dari bangunan yang runtuh di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (16/5/2019). ( Foto: AFP / Hector Retamal )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Jumat, 17 Mei 2019 | 18:57 WIB

Shanghai, Beritasatu.com- Sepuluh orang tewas ketika satu bangunan yang mengalami renovasi runtuh di pusat keuangan Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (16/5). Menurut kantor berita Xinhua, sekitar 21 orang telah dikeluarkan dari puing-puing dan dilarikan ke rumah sakit.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11.30 di distrik Changning Shanghai. Atap bangunan dua lantai itu runtuh menimpa para pekerja konstruksi, menjebak mereka di bawah puing-puing.

Satu akun terverifikasi yang dijalankan oleh kementerian darurat Tiongkok menunjukkan gambar-gambar petugas penyelamat mengeluarkan pekerja berlumuran darah dan debu dari tengah tumpukan puing-puing, reruntuhan pilar beton, dan balok kayu yang hancur.

Menurut biro penyelamatan, bangunan bertingkat rendah itu sebelumnya digunakan sebagai dealer untuk menjual mobil-mobil Mercedes-Benz.

Laporan media Tiongkok mengatakan sedang dibangun kembali sebagai situs seni dan inovasi yang serba guna.

Kepada AFP, seorang penduduk setempat mengatakan bahwa dia sedang tidur siang ketika tempat tidurnya tiba-tiba mulai bergetar, seolah-olah dalam gempa bumi. Dia kemudian mendengar suara keras.

"Semula saya pikir itu adalah ledakan," kata wanita itu, yang menolak untuk menyebutkan namanya atau berkomentar lebih lanjut.

Biro tidak mengumumkan kematian atau memberikan rincian tentang korban cedera. Pihak berwenang dengan cepat menutup daerah itu dengan kehadiran keamanan yang besar, mencegah wartawan dari dekat. Pemerintah kota tidak menyatakan penyebab bangunan itu runtuh.

Laporan media Tiongkok menyatakan struktur bangunan memiliki luas sekitar 3.000 meter persegi. Gambar udara di media sosial menunjukkan bahwa setengah atap bangunan runtuh.

Tiongkok telah mengalami banyak runtuh bangunan dalam beberapa tahun terakhir, biasanya disalahkan pada konstruksi berkualitas rendah dan melanggar aturan keselamatan.

Setidaknya 20 orang tewas pada tahun 2016 ketika serangkaian bangunan bertingkat yang dibangun secara kasar yang penuh dengan pekerja migran runtuh di kota Wenzhou, Tiongkok timur.



Sumber: Suara Pembaruan