Pemilu Maraton India Telah Berakhir

Pemilu Maraton India Telah Berakhir
Para pemilih India berpose sambil menunjukkan jari bertanda tinta biru, setelah selesai memberikan suara mereka, di salah satu tempat pemungutan suara di pinggiran Amritsar, India, Minggu (19/5/2019) ( Foto: AFP / NARINDER NANU )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Senin, 20 Mei 2019 | 14:51 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Pemilihan Umum (Pemilu) maraton India yang berlangsung selama enam pekan, berakhir pada Minggu (19/5/2019). Proses perhitungan suara dijadwalkan tanggal 23 Mei 2019.

Pemilu India sebagai yang terbesar di dunia menjadi pertaruhan bagi partai nasionalis Hindu dari Perdana Menteri (PM) Narendra Modi, Partai Bharatiya Janata (Bharatiya Janata Party/BJP), agar terpilih lagi untuk lima tahun mendatang.

Empat hasil jajak pendapat memperlihatkan kemenangan besar untuk koalisi pemerintah yang dipimpin BJP, Aliansi Nasional Demokrat (National Democrat Alliance/NDA), yaitu meraih kemenangan antara 280-315 kursi, jauh dari saingannya Partai Kongres.

Namun, angka sedikit berbeda dikeluarkan oleh jajak pendapat Nielsen-ABP yaitu dengan perkiraan kemenangan aliansi BJP sebanyak 267 kursi atau gagal memenuhi syarat mayoritas.

Semua prediksi itu muncul meskipun koalisi BJP diperkirakan mengalami kekalahan besar di negara bagian utara, Uttar Pradesh, yang mengirimkan 80 calon anggota parlemen.

Pada pemilu 2014, BJP meraih kemenangan 71 kursi negara bagian dan jajak pendapat memperkirakan mereka akan kehilangan 51 kursi dari partai-partai kawasan yang kuat.

Pemilu India tersebar di 59 konstituen di tujuh negara bagian, termasuk Uttar Pradesh di utara dan Benggala Barat di timur. Usai pemungutan suara terakhir hari Minggu (19/5), aparat keamanan bekerja lebih keras untuk mengamankan mesin voting dan kotak suara.

Pemilu di India digelar dalam tujuh fase secara bertahap mulai 11 April-19 Mei 2019 karena jumlah pemilih yang sangat besar hampir 900 juta orang. Proses pemungutan suara menggunakan alat elektronik, bukan lagi konvensional dengan kertas.

Pemungutan suara hhari Minggu untuk memperebutkan 13 kursi di Punjab dan jumlah yang sama di Uttar Pradesh, delapan kursi masing-masing di Bihar dan Madya Pradesh, sembilan kursi di Benggala Barat, empat kursi di Himachal Pradesh, dan tiga kursi di Jharkhand dan Chandigarh.

Menanggapi hasil jajak pendapat, BJP mengirimkan pesan dengan gambar kartun Modi sedang memegang pemotong rumput dan memangkas semua saingan politiknya.

Hasil jajak pendapat dianalisa secara intens oleh para pengamat di India. Konsensus dari jajak pendapat sebelumnya sudah memperkirakan kemenangan partai Modi, tapi angkanya turun dari pemilu tahun 2014.

Sejumlah spekulasi menyebutkan partai Modi mendapatkan keuntungan dari ketidakmauan pemilih untuk menunjukkan pilihan mereka kepada partai lain selain BJP. Khususnya jika mereka berasal dari kelompok minoritas atau tinggal di wilayah-wilayah dimana kampanye bisa dihukum.

Sementara itu, kepala menteri di Benggala Barat, Mamata Banerjee, menyatakan tidak percaya akan “gosip” exit poll. “Rencana permainannya adalah memanipulasi atau menggantikan ribuan mesin voting elektronik lewat gosip ini. Saya meminta seluruh partai-partai oposisi untuk bersatu, kuat, dan berani. Kita akan berjuang bersama-sama,” kata Mamata Banerjee.

Pemimpin Partai Kongres, Rahul Gandhi, juga mengecam komisi pemilihan yang disebutnya telah “dikompromikan”. Setelah pemungutan suara, sejumlah pemimpin oposisi menggelar pertemuan sehingga menimbulkan spekulasi akan langkah selanjutnya.



Sumber: Al Jazeera/BBC/Suara Pembaruan