Tiongkok Kecam Kapal Perang AS di Dekat LCS

Tiongkok Kecam Kapal Perang AS di Dekat LCS
Kapal perang Amerika Serikat mengarungi Laut China Selatan, untuk menekan ekspansi Tiongkok. ( Foto: Nikkei Asian / Dokumentasi )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 21 Mei 2019 | 11:54 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok pada Senin (20/5) mengecam kapal perang Amerika Serikat (AS) yang berlayar di dekat pulau-pulau sengketa di Laut China Selatan (LCS) sebagai pelanggaran kedaulatan. Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatur pasukan udara dan angkatan laut (AL) untuk mengusir kapal AS, USS Preble.

Kapal AS itu telah memasuki perairan di dekat Karang Scarborough yang diklaim Tiongkok hari Senin pagi. Juru bicara Komando Teater Selatan PLA, Li Huamin, menyatakan perlawanan tegas atas tindakan AS tersebut.

“Tindakan yang relevan dari pihak AS membahayakan keselamatan kapal-kapal Tiongkok dan Amerika, serta para personilnya, dan merusak kedaulatan dan keamanan Tiongkok,” Li.

Langkah itu dilakukan saat kedua negara mengadopsi sikap keras terhadap sejumlah persoalan ekonomi dan diplomatik, yang disebut persaingan dagang dan teknologi tinggi. Awal bulan ini, Presiden AS Donald Trump menaikkan tarif barang-barang Tiongkok senilai US$ 200 juta. Sebaliknya, Tiongkok membalas dengan menaikkan tarif untuk barang-barang dagangan AS sebesar US$ 60 miliar mulai 1 Juni 2019.

Trump juga melarang perusahaan-perusahaan AS untuk terikat dalam perdagangan telekomunikasi dengan perusahaan-perusahaan asing dengan dalih ancaman bagi keamanan nasional Amerika. Beijing sendiri membangun pulau-pulau buatan dan instalasi militer di LCS, termasuk di Kepulauan Spratly yang disebut Beijing sebagai “Nansha”.

Tiongkok mengklaim hampir keseluruhan laut di LCS, sedangkan klaim serupa juga disampaikan oleh Filipina, Brunei, Malaysia, dan Vietnam. Kapal AL AS secara rutin melakukan patroli kebebasan navigasi di LCS, yang sebenarnya untuk menantang klaim negara itu atas LCS.

Awal bulan Mei ini, dua kapal perang AS memasuki perairan yang berdekatan dengan terumbu Gaven dan Ghigua di Kepulauan Spratly. “Kami secara tegas mendesak pihak AS secepatnya menghentikan tindakan-tindakan provokatif agar tidak merusak hubungan Tiongkok-AS dan perdamaian, serta stabilitas kawasan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang.



Sumber: Suara Pembaruan