Untuk Masa Depan, Korsel Buat Robot Perang

Untuk Masa Depan, Korsel Buat Robot Perang
Robot Humanoid dan Animaloid akan digunakan militer Korea Selatan untuk berbagai tugas, termasuk misi penyelamata dan pencrian serta pengintaian. ( Foto: Istimewa )
Unggul Wirawan / JAI Kamis, 23 Mei 2019 | 14:32 WIB

Seoul, Beritasatu.com - Situasi keamanan dan perubahan dunia yang dinamis membuat banyak negara berlomba meningkatkan kemampuan militernya, termasuk membuat robot untuk perang.

Korea Selatan (Korsel) juga dikabarkan mulai merancang robot perang. Untuk menghadapi perang di masa depan, Korsel membuat robot menyerupai manusia dan hewan. Meskipun masih berupa rencana, Korsel bisa memicu persaingan serupa di kawasan. Apalagi Korsel sudah menarget “biorobot” ini sudah bisa digunakan dalam lima tahun ke depan.

Kantor berita Yonhap melaporkan Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) telah menerbitkan dokumen baru yang menawarkan pandangan sekilas ke rencana muluk Korsel. Isi dokumen menyebutkan rencana memasukkan beberapa jenis robot biometrik canggih ke dalam dinas militer dalam beberapa tahun mendatang.

DAPA menyatakan bahwa militer akan menggalang upaya untuk merancang robot yang akan menyerupai manusia dan makhluk hidup lainnya, seperti serangga, burung, ular, dan mungkin kehidupan laut lainnya.

Untuk saat ini, prioritas telah ditempatkan pada pengembangan robot manusia dan seperti serangga. Jika upaya ini membuahkan hasil, pengetahuan tersebut mungkin dibawa ke Angkatan Darat Korea Selatan pada awal 2024.

Badan itu menyebut robot biometrik yang diusulkan akan membawa "perubahan permainan dalam peperangan masa depan”. Bahkan kelak, robot akan menetapkan arah untuk masa depan industri pertahanan.

Setelah "terdaftar" di tentara, robot humanoid dan animaloid akan digunakan untuk berbagai tugas, termasuk misi penyelamatan dan pencarian serta pengintaian.

Suatu hari, robot-robot itu akan menggantikan manusia di medan perang atau akan menjadi mayoritas pasukan tempur bukan lagi ide dari dunia fiksi ilmiah, tetapi keyakinan yang kuat dari beberapa pakar keamanan.

Pada tahun 2016, kepala badan teknologi tinggi militer Rusia - analog dengan Badan Penelitian Proyek Pertahanan (DARPA) di AS - menyatakan gagasan orang yang bertempur di medan perang akan segera menjadi usang.

"Peperangan masa depan akan melibatkan operator dan mesin, bukan tentara yang saling menembak di medan perang," kata Andrey Grigoriev, kepala Advanced Research Foundation.

Desakan untuk mengganti manusia dengan robot pembunuh tingkat lanjut telah memicu kekhawatiran akan segera hancurnya umat manusia. Kekhawatiran muncul oleh almarhum Stephen Hawking, Elon Musk, dan para pemimpin teknologi lainnya yang menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan pengembangan senjata otonom yang berpotensi mematikan.



Sumber: RT/Suara Pembaruan