Modi Pertahankan Kursi Pemerintahan

Modi Pertahankan Kursi Pemerintahan
Perdana Menteri India, Narendra Modi (kanan) bersama Presiden Partai Bharatiya Janta (BJP), Amit Shah, memberi salam kepada para pendukung ketika mengumumkan kemenangan dalam pemilihan umum India, di Markas Besar BJP, di New Delhi, Kamis (23/5/2019). ( Foto: AFP / PRAKASH SINGH )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 24 Mei 2019 | 15:12 WIB

New Delhi, Beritasatu.com - Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, mempertahankan kursi pemerintahan untuk periode kedua, setelah Komisi Pemilihan India mengumumkan kemenangan Bharatiya Janata Party (BJP), pada Kamis (23/5/2019).

Keunggulan BJP yang mengusung Narendra Modi sebagai PM memperkuat tren global populis sayap kanan yang meraih kemenangan mulai dari Amerika Serikat (AS), Brazil, sampai Italia, yang kerap kali mengadopsi posisi keras untuk proteksionisme, imigrasi, dan pertahanan.

Data dari Komisi Pemilihan India menunjukkan BJP meraih 302 kursi dari total 542 kursi yang diperebutkan. Angka itu lebih tinggi dari jumlah kursi yang diraih dalam kemenangan BJP tahun 2014 sebanyak 282 kursi dan lebih tinggi dari jumlah kursi minimal untuk mendapatkan mayoritas di parlemen yaitu 272 kursi.

Para pendukung Narendra Modi merayakan kemenangan dengan melemparkan bunga ke arah pemimpin tersebut sambil meneriakkan dukungan di markas partainya, Kamis (23/5) sore. Kemenangan BJP mendorong oposisi Partai Kongres yang telah memimpin India selama 54 tahun dari 67 tahun sejak kemerdekaan.

“Apa pun yang terjadi dalam pemilihan ini di masa lalu, kita harus memandang ke depan. Kita harus membawa semua orang maju, termasuk lawan-lawan terkuat kita,” kata Narendra Modi lewat pidatonya yang disiarkan di televisi.

BJP awalnya diragukan bisa meraih mayoritas seperti kemenangan tahun 2014, tapi ternyata mampu membuktikan sebaliknya. Pemilu India dengan jumlah pemilih yang berhak mencapai 900 juta orang, digelar dalam tujuh tahap selama hampir enam minggu sampai 19 Mei 2019. Perhitungan keseluruhan hasil suara akan selesai pada Jumat (24/5/2019).

Meski meraih kemenangan, banyak kalangan memperkirakan Narendra Modi menghadapi sejumlah tantangan di dalam negeri di periode kedua pemerintahannya. Salah satunya adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi puluhan juta tenaga kerja muda dalam beberapa tahun ke depan, serta meningkatkan pendapatan pertanian yang tertekan.

PM petaha itu telah memotong birokrasi dari ekonomi terbesar kelima di dunia, meskipun sejumlah perusahaan luar negeri, termasuk Amazon, Walmart, dan Mastercard, memprotes kebijakannya yang dianggap menguntungkan para pesaing domestik.

Tapi Narendra Modi akan sulit untuk memenuhi janji persatuan pasca pemilu karena kampanye BJP sering kali memecah belah. Minoritas Muslim India juga mengungkapkan kekhawatiran akan kebijakan-kebijakannya yang menyenangkan mayoritas Hindu akan menganggu mata pencaharian mereka.

“Tantangan langsung adalah mengatasi masalah ketenagakerjaan, masalah pendapatan pertanian, dan menghidupkan kembali sektor perbankan,” kata Madan Sabnavis, kepala ekonom di lembaga pemeringkat kredit dunia, Care Ratings, Mumbai.



Sumber: Reuters/Time/Suara Pembaruan