Duterte Ancam Buang Sampah ke Perairan Kanada

Duterte Ancam Buang Sampah ke Perairan Kanada
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / JAI Jumat, 24 Mei 2019 | 15:31 WIB

Manila, Beritasatu.com - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengancam akan mengirim kembali dan membuang sampah milik Kanada di perairan negara itu, jika Kanada tidak segera mengambil kontainer berisi sampah yang dikirim ke Filipina.

Juru Bicara Presiden Rodrigo Duterte, Salvador Panelo, mengatakan Rodrigo Duterte sangat marah ketika Kanada melewatkan tenggat waktu mengambil kembali sampah yang dikirim ke Filipina, pada 15 Mei 2019.

Rodrigo Duterte juga tidak setuju dengan tawaran Kanada yang akan mengambil sampah tersebut pada akhir Juni 2019, karena menilainya terlalu lama.

Menurut Salvador Panelo, Duterte telah memerintahkan agar sampah tersebut segera dikirimkan kembali ke Kanada. “Jika tidak segera diambil (oleh otoritas Kanada, Red), Presiden Duterte mengancam akan membuangnya langsung ke perairan teritorial Kanada,” ujar Salvador Panelo.

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya telah mengancam akan mengirimkan puluhan kontainer sampah yang dikirimkan Kanada pada 2013-2014, langsung ke perairan negara itu.

Dalam perselisihan yang sudah berlarut-larut ini, Rabu (22/5), Kanada telah menyetujui untuk menerima sampah-sampah itu dan membayar seluruh biaya pengirimannya dari Filipina dengan skema waktu kurang dari dua bulan.

Sampah berton-ton yang dikirimkan dari Kanada pada 2013-3014 itu telah memenuhi beberapa pelabuhan Filipina. Sampah-sampah itu awalnya disebut untuk didaur ulang, namun faktanya banyak sampah yang tidak bisa didaur ulang karena merupakan sampah umum, termasuk surat kabar, popok bayi, dan botol plastik.

Kanada menyebut bahwa kesepakatan pengiriman sampah itu tidak melibatkan negara, melainkan dilakukan oleh perusahaan. Berdasarkan CNN Filipina, terdapat 103 kontainer sampah berjumlah 2.450 ton yang dikirimkan ke Filipina oleh perusahaan swasta berbasis di Kanada.

Sebagian besar sampah-sampah itu saat ini berada di pelabuhan di Manila dan Subic, meskipun perintah pengadilan tahun 2016 sudah memerintahkan perusahaan Chronic Inc untuk mengambil semua sampah itu kembali.

Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland menyampaikan komitmennya kepada kepada Menlu Filipina Teodoro L Locsin Jr untuk menyelesaikan masalah itu.

“Seperti yang saya sampaikan kepada menlu (Filipina) pekan lalu, kami berkomitmen menyelesaikan persoalan ini secepat mungkin. Hari ini adalah langkah maju yang penting untuk memenuhi itu,” kata Chrystia Freeland lewat pernyataannya.

Menteri Lingkungan Hidup Kanada, Catherine McKenna, menambahkan pihaknya telah mengontrak perusahaan pengiriman Prancis di Kanada, Bollore Logistics, untuk mengurus sampah itu dan mengirimkannya kembali ke Kanada sebelum akhir Juni 2019.

Disebutkan bahwa Kanada sepenuhnya bekerja sama erat dengan Filipina untuk memastikan pemindahan sampah itu. Kontrak dengan Bollore senilai US$ 1,14 juta (Rp 16,4 miliar).

Para pejabat lingkungan menyatakan kontainer-kontainer itu harus diberikan diasapi dengan desinfektan atau pembersih hama di Filipina sebelum dibawa ke Kanada.



Sumber: RT/CNN/Suara Pembaruan