Pascabom Paskah, Sri Lanka Tangkap 100 Ekstremis

Pascabom Paskah, Sri Lanka Tangkap 100 Ekstremis
Petugas keamanan berjaga-jaga di luar gereja Santo Antony di Kolombo, Sri Lanka, pada 22 April 2019, sehari setelah gereja itu dilanda serangkaian ledakan bom. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 27 Mei 2019 | 18:03 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Militer Sri Lanka telah menahan hampir 100 tersangka selama empat hari operasi pencarian terhadap sisa-sisa kelompok ekstremis yang disalahkan atas serangan bom Paskah yang menewaskan 258 orang.

Pada Minggu (26/5), para pejabat, sekitar 3.000 personel militer dikerahkan di dan sekitar ibu kota serta kota-kota penting lainnya untuk kegiatan penjagaan dan pencarian yang dimulai pada Kamis (23/5).

Dalam tiga hari pertama, pasukan keamanan menahan 87 tersangka dan mereka diserahkan ke polisi untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Jumlah orang yang ditahan mungkin sekitar 100 tersangka sekarang," kata seorang pejabat keamanan yang menambahkan bahwa hampir semua tersangka diambil karena memiliki narkoba dan dalam beberapa kasus senjata ilegal.

Beberapa orang juga ditahan bersama dengan video dan materi propaganda lainnya dari kelompok ekstremis lokal, Jamaah Thowheeth Nasional (NTJ) yang disalahkan atas pemboman 21 April.

Beberapa wilayah ibu kota juga menjadi sasaran dalam operasi pencarian oleh pasukan pada hari Minggu. Penggerebekan serupa dilakukan di Provinsi Barat Laut, utara Kolombo, tempat kerusuhan anti-Muslim bulan ini menewaskan seorang pria dan menyebabkan ratusan toko, rumah, dan tempat ibadah dihancurkan.

Pasukan keamanan telah menangkap sejumlah tersangka sehubungan dengan pemboman 21 April di tiga hotel dan tiga gereja, serta atas apa yang tampaknya merupakan kekerasan terorganisasi terhadap minoritas Muslim di pulau itu.



Sumber: Suara Pembaruan