265 Kontainer Berisi Sampah Plastik Terabaikan di Pelabuhan Penang

265 Kontainer Berisi Sampah Plastik Terabaikan di Pelabuhan Penang
Menteri Energi, Teknologi, Sains, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia Yeo Bee Yin (tengah) menunjukkan sampel limbah plastik di Port Klang, Kuala Lumpur, 28 Mei 2019. ( Foto: AFP )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 1 Juni 2019 | 06:28 WIB

George Town, Beritasatu.com- Sebanyak 265 kontainer berisi sampah plastik yang dibawa ke Penang telah terabaikan di Terminal Kontainer North Butterworth sejak Januari 2019. Direktur Departemen Bea Cukai Penang Saidi Ismail mengatakan 149 kontainer sudah dinyatakan sebagai barang-barang daur ulang, tapi sisanya tidak jelas dan tidak ada lisensi impor.

“Pemeriksaan oleh Departemen Bea Cukai menemukan sebagian besar kontainer berisi sampah dan sebagian dari mereka berasal dari negara-negara seperti Hong Kong, Kanada, Belgia, Jerman, serta Amerika Serikat (AS). Kami yakin mereka diimpor sebagai bahan daur ulang,” kata Saidi, Kamis (30/5).

Kontainer-kontainer yang tidak jelas kepemilikannya itu menyebabkan kemacetan di Terminal Kontainer North Butterworth. Departemen Bea Cukai juga terpaksa menyewa lahan terbuka untuk menyimpan kelebihan kontainer.

Pemerintah Malaysia telah menghabiskan lebih dari 5 juta ringgit (Rp 17,1 miliar) sebagai upaya menjaga kontainer-kontainer yang tidak berpemilik itu, termasuk menyewa lahan terbuka.

Sementara itu, Ketua Komite Kesejahteraan Negara, Peduli Masyarakat, dan Lingkungan, Phee Boon Poh, mengatakan 11 perusahaan terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, berdasarkan manifest dari pengiriman kontainer.

“Sekitar 130 kontainer menghadapi penyelesaian masing-masing 1.000 ringgit (Rp 3,4 juta), sedangkan pemeriksaan kontainer lainnya masih berjalan,” kata Phee.

Menurutnya, operator-operator ilegal biasanya mengisi bagian depan kontainer dengan barang-barang daur ulang, lalu menyembunyikan sampah ilegal seperti plastik di bagian belakang untuk menghindari pemeriksaan otoritas.



Sumber: Suara Pembaruan