Tiongkok: Kanada Tanggung Konsekuensi Jika Berpihak ke AS

Tiongkok: Kanada Tanggung Konsekuensi Jika Berpihak ke AS
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi marah kepada seorang wartawan Kanada saat ditanya tentang masalah hak asasi manusia di Beijing, dalam jumpa pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Kanada Stephane Dion. ( Foto: Canadian Press / Justin Tang )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 5 Juni 2019 | 08:18 WIB

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok berharap Kanada memahami konsekuensi berpihak pada Amerika Serikat (AS) dan melakukan penawarannya. Pernyataan itu dilontarkan juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang, baru-baru ini, setelah Wakil Presiden AS Mike Pence menyerukan pembebasan dua orang Kanada yang ditahan di Tiongkok.

Pihak berwenang Tiongkok menahan pengusaha Kanada Michael Spavor dan mantan diplomat Michael Kovrig pada bulan Desember. Tindakan itu dilakukan tak lama setelah Kanada menangkap Chief Financial Officer Huawei Technologies Co Ltd yang berbasis di Tiongkok, Meng Wanzhou, dengan surat perintah AS.

Meng menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat dengan tuduhan dia berkonspirasi untuk menipu bank global tentang hubungan Huawei dengan perusahaan yang beroperasi di Iran. Dia dan perusahaan telah membantah tuduhan itu dan Tiongkok telah menyerukan pembebasannya.

Ditanya tentang komentar Pence bahwa Presiden AS Donald Trump akan berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping tentang orang-orang Kanada yang ditahan pada pertemuan G20 di Jepang pada bulan Juni, juru bicara kementerian luar negeri Tiongkok Geng Shuang menyiratkan bahwa Kanada disalahkan atas masalah-masalah yang terjadi di Tiongkok.

"Kami berharap pihak Kanada akan memahami konsekuensi penuh dari memicu perkara atas nama Amerika Serikat, dan tidak menimbulkan lebih banyak kerugian pada diri mereka sendiri," kata Geng kepada wartawan, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Kovrig dan Spavor secara resmi didakwa dengan spionase bulan ini. Tiongkok juga telah memutus impor komoditas utama Kanada dalam upaya menekannya. Kanada menyebut penangkapan itu sewenang-wenang.



Sumber: Suara Pembaruan