Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut

Korsel Setujui Bantuan US$ 8 Juta untuk Korut
Anak-anak Korea Utara dirawat di fasilitas pemerintah di Kota Anju, provinsi Pyongan selatan, Korea Utara pada 20 Juli 2005. ( Foto: WFP via Getty Images / Gerald Bourke )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 7 Juni 2019 | 10:17 WIB

Seoul, Beritasatu.com- Korea Selatan (Korsel) menyetujui US$ 8 juta (Rp114,2 miliar) dalam bantuan kemanusiaan untuk Korea Utara yang miskin pada Rabu (5/6). Bantuan disetujui meskipun negosiasi mengenai persenjataan nuklir Pyongyang menemui jalan buntu dan hubungan antar-Korea terhenti.

Menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), bantuan kemanusiaan ini akan menjadi bantuan pertama yang diberikan Seoul kepada Pyongyang sejak 2015 dan mengikuti rekor panen terendah Korea Utara selama satu dekade.

Donasi yang akan disampaikan melalui PBB, diberikan ketika Presiden Moon Jae-in berusaha untuk menyelamatkan diplomasi antara Pyongyang dan Washington menyusul kegagalan KTT Hanoi. Saat itu, Kim Jong-un dan Donald Trump gagal mencapai kesepakatan mengenai program nuklir Korea Utara. dan bantuan sanksi.

Sejak itu, Pyongyang sebagian besar memutus kontak dengan Seoul dan Washington, dengan menteri unifikasi Korea Selatan mengatakan pekan ini bahwa dia terakhir berbicara dengan seorang pejabat Korea Utara pada awal Mei.

Kementerian Unifikasi Seoul, yang menangani hubungan antar-Korea, menyatakan pemerintah telah menyetujui rencana untuk menyediakan bantuan dana di tengah kekhawatiran atas "situasi pangan yang memburuk".

Kementerian Unifikasi akan memberikan US$ 4,5 juta untuk Program Pangan Dunia (WFP) untuk membantu mengatasi kekurangan gizi. Bantuan diberikan bersama dengan US$ 3,5 juta untuk UNICEF untuk masalah kesehatan di kalangan anak-anak dan wanita hamil.

Lebih dari 10 juta warga Korea Utara atau 40 persen dari populasi, telah menderita kekurangan makanan. Menurut perkiraan PBB baru-baru ini, jumlah tersebut mirip dengan kondisi tahun-tahun terakhir.

"WFP dan badan-badan internasional lainnya telah meminta bantuan kepada Korea Utara atas dasar kekhawatiran akan memburuknya kondisi di antara kedua negara yang rentan di sana," kata kementerian tersebut.



Sumber: Suara Pembaruan