Untuk Lindungi Hutan, Sri Lanka Larang Gergaji Mesin

Untuk Lindungi Hutan, Sri Lanka Larang Gergaji Mesin
Ilustrasi penebangan pohon. ( Foto: Indiatimes.com / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 8 Juni 2019 | 07:46 WIB

Kolombo, Beritasatu.com- Sri Lanka akan melarang impor gergaji mesin dan menutup pabrik kayu dalam waktu lima tahun untuk melindungi hutan. Pada Jumat (7/6), pengumuman itu disampaikan kantor Presiden Maithripala Sirisena.

Sirisena menyoroti tekadnya untuk memberantas pembalakan liar dan meningkatkan jumlah wilayah yang dikhususkan untuk hutan pada konferensi lingkungan.

"Saya telah menginstruksikan para pejabat untuk melarang impor mesin gergaji dan pisau mulai minggu depan," kata Sirisena pada konferensi Kamis, di kantornya.

Empat bulan lalu, Sirisena memaksa semua pengguna untuk mendaftarkan gergaji kepada polisi dan 82.000 unit dicatat dalam waktu tiga minggu.

Presiden, yang juga menteri lingkungan hidup, tidak mengatakan apakah dia akan benar-benar melarang mesin yang sudah digunakan. Tetapi tukang kayu dan penebang kayu akan memiliki lima tahun untuk menutup pabrik kayu dan mencari pekerjaan pengganti.

Sirisena mengatakan telah terjadi deforestasi yang cepat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak memberikan angka apapun. Namun dia mengatakan langkah-langkah baru itu bertujuan meningkatkan wilayah hutan negara itu menjadi 32% dari tanahnya dalam satu dekade dari 28% sekarang.

Masa jabatan Sirisena berakhir pada Januari 2020, tetapi ia telah mengindikasikan akan mencalonkan kembali.

 



Sumber: Suara Pembaruan