Demo Besar-besaran di Hong Kong, Tiongkok Salahkan Asing

Demo Besar-besaran di Hong Kong, Tiongkok Salahkan Asing
Unjuk rasa di dekat Balai Kota Hong Kong memprotes RUU Ekstradisi, 9 Juni 2019. ( Foto: AFP )
Heru Andriyanto / HA Senin, 10 Juni 2019 | 10:38 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com – Media massa milik pemerintah Tiongkok menyalahkan pihak asing atas terjadinya demonstrasi besar-besaran di Hong Kong yang melibatkan ratusan ribu orang, hari Minggu (9/6/2019) kemarin.

Para demonstran memprotes rancangan undang-undang ekstradisi yang dikhawatirkan bisa dipakai Beijing untuk menangkap para lawan politik. Bentrokan sempat terjadi antara polisi dengan ratusan demonstran.

Pemerintah mengatakan pembahasan RUU kontroversial tersebut tetap akan dilanjutkan hari Rabu (12/6/2019). Penyelenggara unjuk rasa mengklaim sekitar 1 juta orang terlibat, tetapi polisi mengatakan sekitar 240.000 orang hadir pada puncak aksi.

Jika klaim 1 juta orang itu benar, maka unjuk rasa hari Minggu tersebut adalah yang terbesar sejak wilayah itu dikembalikan oleh Inggris ke Tiongkok pada 1997.

Baca juga: Baku Hantam Pecah di Parlemen Hong Kong

Menurut tulisan tajuk surat kabar China Daily, "sebagian warga Hong Kong telah dikelabui oleh kubu oposisi dan para sekutu asing mereka untuk mendukung gerakan anti-ekstradisi”.

Surat kabar itu juga menulis bahwa warga yang berpikir waras akan mendukung RUU yang sudah lama ditunggu untuk menutup celah hukum dan mencegah Hong Kong menjadi tempat pelarian para kriminal.

Menurut para pengkritik, RUU itu bisa membuat warga Hong Kong menjadi target sistem hukum Tiongkok dan melemahkan independensi hukum di wilayah bekas koloni Inggris tersebut.

Kericuhan meletus ketika pengunjuk rasa mencoba menerobos masuk kompleks parlemen dan melemparkan benda-benda penghalang. Polisi menggunakan gas air mata, semprotan merica, dan pentungan untuk mengendalikan massa.



Sumber: BBC