Terkait 1MDB, Malaysia Berupaya Rebut Kembali Aset US$ 5 Miliar

Terkait 1MDB, Malaysia Berupaya Rebut Kembali Aset US$ 5 Miliar
Latheefa Koya, ketua baru Komisi Anti-Korupsi Malaysia (ketiga dari kiri), menunjukkan daftar nama saat konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, Jumat (21/6/2019). Badan anti-korupsi Malaysia telah memulai tindakan hukum untuk mengembalikan dana yang digelapkan dari dana investasi 1MDB. ( Foto: AP / Vincent Thian )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 22 Juni 2019 | 19:21 WIB

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Malaysia berupaya merebut kembali aset-aset asing senilai US$ 5 miliar (Rp 70,6 triliun) terkait kasus dugaan korupsi di perusahaan pendanaan negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Penyelidik Malaysia dan Amerika Serikat (AS) meyakini sekitar US$ 4,5 miliar telah disalahgunakan para pejabat tinggi 1MDB bersama mitranya antara tahun 2009-2014.

Namun, banyak aset yang dicari penyelidik mungkin telah meningkat nilainya, termasuk aset terkait bekas anak perusahaan 1MDB, SRC International.

“Jumlahnya sekitar US$ 5 miliar di banyak negara, semua terkait 1MDB,” kata Deputi Komisioner Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), Azam Baki, Jumat (21/6). Azam menyebut pihaknya akan membentuk satuan tugas terpisah untuk memulihkan aset-aset tersebut.

Setidaknya enam negara, termasuk Singapura dan Swiss, juga menyelidiki dugaan korupsi dan pencucian uang di 1MDB. Di Malaysia sendiri sedang berlangsung penyelidikan korupsi dan pencucian uang di SRC.

Skandal 1MDB telah memicu kemarahan luas di Malaysia sehingga membuat Perdana Menteri (PM) Najib Razak, selaku pendiri perusahaan itu pada 2009, kalah dalam pemilu bulan Juni 2018.

Polisi langsung menggeledah rumah dan properti Najib, menemukan lebih dari US$ 273 juta (Rp 3,8 triliun) dalam bentuk tunai dan barang. Najib mengklaim semuanya sebagai pemberian.

Selanjutnya, otoritas mengajukan 42 dakwaan pelanggaran kejahatan atas Najib. Persidangan kasus itu dimulai sejak April lalu untuk anak perusahaan SRC. Sementara, persidangan untuk kasus utama akan dimulai pada Agustus 2019.

Pada Jumat, Ketua Komisioner MACC, Latheefa Koya, mengatakan otoritas mengajukan gugatan penyitaan sipil untuk merebut 270 juta ringgit (Rp 920,7 miliar) yang dicairkan dari rekening milik Najib. Gugatan itu diajukan kepada 41 responden, baik perusahaan maupun entitas, yang sebagian besar terkait partai Najib, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).

Malaysia sejauh ini telah merebut sekitar 990 juta ringgit (Rp 3,3 triliun) dalam 1MDB, termasuk pengembalian dana dari AS dan Singapura, serta uang tunai yang dikembalikan oleh orang-orang di bawah penyelidikan kasus itu. Saat ini, MACC akan memfokuskan perebutan aset onshore, dengan upaya global yang diawasi tim lainnya.



Sumber: Suara Pembaruan