Aktivitas Drone Ganggu Penerbangan di Bandara Internasional Changi

Aktivitas Drone Ganggu Penerbangan di Bandara Internasional Changi
Drone Mavic 2 Enterprise. ( Foto: Istimewa )
Winda Ayu Larasati / WIN Selasa, 25 Juni 2019 | 18:18 WIB

Singapura, Beritasatu.com - Sebanyak 18 penerbangan tertunda dan tujuh lainnya dialihkan dari Bandara Internasional Changi Singapura, lantaran aktivitas pesawat tanpa awak atau drone dan cuaca buruk pada Selasa (25/6/2019).

Minggu lalu, pihak bandara menutup landasan pacu Bandara Internasional Changi dan menunda puluhan penerbangan karena aktivitas drone yang semakin meningkat.

Otoritas penerbangan di bandara setempat atau Civil Aviation Authority (CAAS) tersebut mengatakan hal itu merupakan peristiwa kedua kalinya dalam sepekan di Bandara Internasional Changi. Rabu (18/6/2019) lalu, CAAS mengatakan 37 penerbangan ditunda dan satu penerbangan dialihkan setelah melihat ada penampakan drone di udara.

Diketahui, Bandara Internasional Changi Singapura menjadi pusat transit internasional utama dan telah terganggu aktivitas drone.

Pihak CAAS mengatakan aktivitas pengoperasian drone yang semakin umum membuat pihaknya mengambil langkah serius untuk menangani hal tersebut. Seseorang yang terbukti mengoperasikan drone di sekitar Bandara Internasional Changi akan dikenakan denda senilai 20.000 Dolar Singapura atau sekitar Rp 209.120.000 atau hukuman penjara selama 12 bulan penjara.

Hal serupa juga dirasakan Bandara Gatwick, London, Inggris. Desember 2018 lalu sekitar 140.000 penumpang terjebak dalam gangguan. Landasan pacu bandara tersibuk kedua di Inggris itu tutup selama 33 jam selama tiga hari. Akibatnya, 1.000 penerbangan ditunda.



Sumber: BBC World