Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.255 Kura-kura

Malaysia Gagalkan Penyelundupan 5.255 Kura-kura
Petugas Bea Cukai Kerajaan Malaysia memperlihatkan penyitaan kura-kura bertelinga merah saat konferensi pers di gedung otoritas bea cukai di Sepang, Malaysia, Rabu (26/6/2019). ( Foto: AFP / Mohd RASFAN )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 28 Juni 2019 | 11:05 WIB

Sepang, Beritasatu.com- Pihak berwenang Malaysia telah menyita 5.255 anak kura-kura yang ditemukan di bagasi penumpang, Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2). Para pejabat menyebut kura-kura itu bernilai sekitar US$ 12.700 (Rp 179,3 juta) dan dimaksudkan untuk dijual sebagai hewan peliharaan di India.

"Sejumlah 5.255 ekor kura-kura bertelinga merah, spesies semi-akuatik, ditemukan di koper, bagasi dua warga negara India. Kedua pria itu ditangkap pekan lalu setelah terbang ke Kuala Lumpur dari kota Guangzhou, Tiongkok," kata pejabat senior bea cukai Malaysia, Zulkurnain Mohamed Yusof, Rabu (26/6).

Menurut Yusof, para pria yang berusia 30 dan 42 tahun, tidak memiliki izin untuk kura-kura. Mereka bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara dan denda karena melakukan penyelundupan satwa liar yang dilindungi.

Malaysia adalah titik transit utama bagi penyelundup satwa liar, yang biasanya untuk tujuan ke negara-negara Asia lainnya. Namun penyelundupan 5.255 anak kura-kura itu merupakan kasus pertama yang terjadi sepanjang 2019.

"Ini adalah kasus pertama tahun itu, dan kami tidak dapat menyatakan apakah itu melibatkan jumlah yang sama atau lebih jika dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya. Tetapi tampaknya jumlah yang cukup besar dalam dua koper yang ditemukan pada waktu yang sama," kata Yusof dalam konferensi pers.

Dia mengungkapkan, kura-kura yang diselundupkan adalah kura-kura bertelinga merah yang merupakan spesies paling populer dalam perdagangan hewan peliharaan dan dianggap sebagai spesies invasif di sejumlah habitat.

Kanitha Krishnasamy, Direktur Regional Pengawas Lalu Lintas Perdagangan Satwa Liar menyebut kasus ini "aneh" karena perdagangan kura-kura adalah legal. "Yang jelas, betapa gila perdagangan hewan peliharaan itu," ujarnya.

Meskipun kura-kura ini bukan spesies yang terancam punah dan umumnya diperdagangkan, izin diwajibkan untuk mengimpornya ke Malaysia. Pejabat bea cukai pada masa lalu menyita bagian-bagian hewan di bandara Kuala Lumpur, tetapi tidak biasa bagi mereka untuk menemukan tumpukan besar makhluk hidup.



Sumber: Suara Pembaruan