Hujan Lebat, Jepang Perintahkan Lebih dari 1 Juta Orang Mengungsi

Hujan Lebat, Jepang Perintahkan Lebih dari 1 Juta Orang Mengungsi
Penduduk berlindung di pusat evakuasi Kagoshima, pulau Kyushu, Jepang, Rabu (3/7/2019). Pemerintah Jepang telah mengeluarkan perintah evakuasi untuk lebih dari satu juta orang saat hujan lebat menghantam bagian selatan negara itu, setahun setelah banjir mematikan yang menewaskan lebih dari 200 orang. ( Foto: AFP / JIJI PRESS )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Kamis, 4 Juli 2019 | 19:30 WIB

Tokyo, Beritasatu.com- Jepang memerintahkan evakuasi terhadap lebih dari satu juta penduduknya di sebelah selatan akibat hujan lebat yang melanda wilayah itu.

Pada Kamis (4/7), hujan dilaporkan telah mereda, namun perintah evakuasi tetap berlaku karena kekhawatiran lebih banyak kejadian longsor yang sejauh ini telah menewaskan satu orang dan satu orang lainnya dinyatakan hilang.

Sejak Jumat (28/6), sejumlah wilayah di selatan pulau utama, Kyushu, mengalami curah hujan sampai 1.000 milimeter atau lebih dari dua kali lipat dari volume biasanya pada seluruh Juli.

Stasiun televisi NHK melaporkan hujan bergeser ke arah tengah dan timur Jepang. Penduduk di Pulau Kyushu diperingatkan agar tidak terburu-buru pulang ke rumah karena ancaman longsor. Sedangkan, surat kabar Yomiuri, menyatakan 11.353 orang telah memadati pusat-pusat evakuasi.

Seorang penduduk yang berada di rumah tertimbun longsor hari Kamis pagi, yaitu perempuan lanjut usia berumur 80 tahunan. Seorang perempuan lain di prefektur Kagoshima, sebelah selatan Kyushu, juga tewas pekan ini dalam longsor lainnya.

Kritik muncul karena Pemerintah Jepang dianggap lambat dalam merespons hujan lebat pada akhir Juli tahun lalu di Kyushu yang memicu longsor dan banjir. Bencana itu menewaskan lebih dari 200 orang dan menjadi bencana cuaca terburuk dalam 36 tahun di Jepang.

Total sebanyak 1,1 juta orang di prefektur Kagoshima dan Miyazaki di Pulau Kyusu, telah diperintahkan pergi ke pengungsian. Tanah longsor telah menyapu sejumlah mobil dan mengubur satu rumah di Kagoshima.

Setidaknya empat orang dilaporkan terluka terkait hujan lebat. Dalam salah satu kasus, mobil terbalik ke sisi dalam longsoran sehingga melukai seorang perempuan dan anaknya.

Di pusat evakuasi di Kagoshima, para penduduk lansia duduk di lantai sambil makan di atas tempat tidur dengan barang-barang mereka tersebar begitu saja.

Perintah evakuasi dikeluarkan saat bencana alam tampaknya akan terjadi. Otoritas kota akan berulang kali memerintahkan penduduk agar meninggalkan rumah mereka, meskipun kerap kali perintah itu diabaikan.



Sumber: Suara Pembaruan