Demo Berlanjut, Demonstran Hong Kong dan Polisi Bentrok

Demo Berlanjut, Demonstran Hong Kong dan Polisi Bentrok
Sorang pengunjuk rasa bereaksi ketika ditahan oleh seorang polisi dalam bentrokan antara demonstran dan polisi di distrik Mong Kok di Kowloon, Hong Kong, Minggu (7/7/2019). Para demonstran menolak RUU ekstradisi. ( Foto: AFP / VIVEK PRAKASH )
Unggul Wirawan / WIR Senin, 8 Juli 2019 | 17:52 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Kekerasan baru pecah di Hong Kong pada Minggu (7/7) malam ketika polisi antihuru-hara dan sekelompok kecil demonstran terlibat bentrok di kawasan Mong Kok. Tetapi puluhan ribu orang juga berkonvoi di Kowloon, Hong Kong.

Para pengunjuk rasa dan polisi Hong Kong bentrok di Mong Kok setelah demonstrasi damai di stasiun kereta Kowloon Barat. Bentrokan dilaporkan tak lama setelah itu, menyusul ketegangan selama 20 menit di Mong Kok.

Demonstran menuntut Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mencabut sepenuhnya RUU ekstradisi, dan mereka juga menyerukan agar Lam mengundurkan diri.

RUU sebenarnya telah ditangguhkan oleh Kepala Eksekutif Carrie Lam, tetapi tidak mampu untuk memadamkan kemarahan publik. Penolakan telah berevolusi menjadi gerakan yang lebih luas yang menyerukan reformasi demokratis.

Beberapa demonstran ditahan oleh polisi antihuru-hara dan beberapa dibawa ke mobil polisi. Pada Minggu (7/7), demonstran turun ke jalan dalam rangkaian terbaru dari serangkaian protes terhadap rancangan undang-undang ekstradisi.

Kerumunan orang berkumpul di sekitar stasiun Kowloon Barat, yang menghubungkan Hong Kong dengan daratan Tiongkok. Banyak slogan dilantunkan sebagian dalam bahasa Mandarin selama protes sehingga para wisatawan daratan Tiongkok bisa mengerti.

Para pengunjuk rasa khawatir undang-undang baru yang diusulkan dapat digunakan untuk menangkap kritik pemerintah dan mengirim mereka melintasi perbatasan untuk menghadapi persidangan dalam suatu sistem dengan tingkat hukuman 99% dan sejarah penuntutan politik.



Sumber: Suara Pembaruan