Iran Umumkan Akan Lampaui Batas Pengayaan Uranium

Iran Umumkan Akan Lampaui Batas Pengayaan Uranium
Presiden Iran Hassan Rouhani meninjau salah satu instalasi nuklir Iran pada 9 April 2018 ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Senin, 8 Juli 2019 | 18:49 WIB

Teheran, Beritasatu.com- Pemerintah Iran, Minggu (7/7), mengumumkan akan segera melampaui batas pengayaan uranium yang ditetapkan dalam Perjanjian Nulkir Iran Tahun 2015. Hal itu membuat cadangan uranium Iran semakin dekat untuk membuat bom atom.

Dalam konferensi pers pada Minggu (7/7), di Teheran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan negaranya akan mengambil langkah-langkah tambahan (produksi nuklir, Red) yang selama ini dibatasi oleh Perjaniian Nuklir Iran, dalam jangka waktu 60 hari ke depan.

"Langkah ini akan berubah jika kekuatan-kekuatan internasional memberikan keringanan sanksi sebagaimana dirinci dalam perjanjian (Nuklir Iran, Red)," kata Aragachi, Minggu.

Menurut dia, Iran telah meningkatkan cadangan uranium, yang merupakan bahan utama nuklir, di mana tingkat pengayaan murni mencapai 3,67÷ yang merupakan batas terakhir yang ditetapkan dalam Perjanjian Nuklir Iran. Itu berarti cadangan uranium Iran hampir mendekati kategori mengancam.

Sebelumnya, Pesiden Iran, Hassan Rouhani, telah memerintahkan para insinyur negara itu untuk melewati kedua ambang batas cadangan uranium, jika negara-negara yang mempertahankan Perjanjian Nuklir Iran tidak memberi kompensasi kepada Iran.

Rouhani menegaskan, langkah itu merupaka upaya Iran untuk menghadapi tekanan sanksi AS. Dia bahkan bertaruh AS akan mundur dari menjatuhkan sanksi atau risikonya Eropa akan memisahkan diri dari kebijakan pemerintahan Preaiden AS, Donald Trump, terkait Perjanjian Nuklir Iran.

Seperti diketahui, Perjanjian Nuklir Iran ditandatanganj oleh AS, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Tiongkok, Jepang dan Iran. Namun pada Mei 2018, Trump memutuskan AS mundur dari perjanjian itu.



Sumber: Suara Pembaruan