RUU Ekstradisi Hong Kong Akhirnya Dibatalkan

RUU Ekstradisi Hong Kong Akhirnya Dibatalkan
Para demonstran menggelar unjuk rasa untuk menentang rancangan undang-undang ekstradisi Hong Kong. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 10 Juli 2019 | 19:34 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan pada Selasa (9/7) bahwa proposal rancangan undang-undang ekstradisi ke daratan Tiongkok “sudah mati”. Meskipun demikian, pengumuman itu tidak meredakan gejolak aksi demonstrasi antipemerintah.

“Masih ada keraguan tentang ketulusan pemerintah atau kekhawatiran (tentang) apakah pemerintah akan memulai kembali proses dengan Dewan Legislatif. Jadi saya tegaskan di sini, tidak ada rencana seperti itu. RUU itu sudah mati,” katanya.

Kepala eksekutif menggambarkan pembahasan RUU ekstradisi sebagai "kegagalan total", dan mendesak warga Hong Kong untuk memberikan ruang kepada pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut.

Lam sangat jarang tampil di hadapan publik dalam beberapa minggu terakhir. Tetapi pada Selasa (9/7), dia mengadakan konferensi pers untuk menyampaikan komentar yang paling mendamaikan sampai saat ini.

Carrie Lam setuju untuk bertemu para mahasiswa demonstran di depan umum tanpa prasyarat. Dia menyadari bahwa kota Hong Kong menghadapi serangkaian tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa ada beberapa masalah mendasar dan mendalam di masyarakat Hong Kong. Ini bisa jadi masalah ekonomi, bisa jadi masalah mata pencaharian, bisa juga perpecahan politik di masyarakat. Jadi hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengidentifikasi masalah mendasar itu dan mudah-mudahan, menemukan beberapa solusi untuk bergerak maju,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan