3 Poin Hasil Pertemuan Menteri Susi dengan Malaysia Soal Illegal Fishing

3 Poin Hasil Pertemuan Menteri Susi dengan Malaysia Soal Illegal Fishing
Susi Pudjiastuti. ( Foto: Antara )
Winda Ayu Larasati / WIN Kamis, 11 Juli 2019 | 13:22 WIB

Malaysia, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia Dato Salahuddin Ayub pada Rabu (10/7/2019).

Dalam pertemuan tersebut ada tiga poin dari pemerintah Indonesia dalam meninjau ulang kesepakatan yang pernah ditandatangani kedua negara.

Tiga poin tersebut yakni kapal diperbolehkan menangkap ikan yang tidak memiliki panjang lebih dari 15 meter. Selanjutnya, anak buah kapal (ABK) penangkap ikan di Selat Malaka wajib berasal dari Indonesia dan Malaysia, serta larangan penggunaan alat tangkap tidak ramah lingkungan seperti trawl bom dan sianida.

Rencana tersebut disambut baik oleh pemerintah Malaysia, namun pihaknya menjelaskan ada sejumlah proses birokrasi yang dilalui sebelum kesepakatan itu ditandatangani oleh kedua negara.

Dato Salahuddin Ayub berjanji akan membentuk tim baru untuk mencermati bentuk kerja sama bilateral.

Meskipun tidak ada target waktu, Menteri Susi berharap penandatanganan kesepakatan bisa dilakukan secepat mungkin.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas penangkapan kapal ikan Malaysia di perairan Indonesia.

Pemerintah Malaysia merasa keberatan soal banyaknya nelayan Malaysia yang ditangkap oleh pemerintah Indonesia di wilayah laut yang belum disepakati kedua negara atau grey area.

Susi menampik klaim tersebut dan mendorong pembuktian di dalam proses hukum peradilan Indonesia.

Susi juga menegaskan pihaknya hanya menangkapi kapal asing yang besarnya lebih dari 10 GT dan menggunakan alat tangkap trawl ketika menangkap ikan ilegal di perairan Indonesia.

Sementara itu, Susi juga mengaku bahwa satuan petugas (Satgas) 115 Indonesia selama ini banyak mendapatkan bantuan oleh aparat Malaysia dalam penangkapan pelaku illegal fishing.

Sejak 2013 hingga 2017, Indonesia telah memberantas illegal fishing yang menghasilkan stok ikan Indonesia meningkat dari 7,3 juta ton ke 12,54 juta ton.



Sumber: BeritaSatu TV