Kunjungi AS, Presiden Taiwan Ingin Perluas Hubungan

Kunjungi AS, Presiden Taiwan Ingin Perluas Hubungan
Tsai Ing-wen ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Jeanny Aipassa / WIR Jumat, 12 Juli 2019 | 17:26 WIB

New York, Beritasatu.com- Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, mengatakan ingin memperluas hubungan internasional negaranya dan tidak akan terintimidasi meskipun menghadapi ancaman “pasukan luar negeri”, terutama dari Tiongkok.

Pernyataan itu, disampaikan Tsai dalam resepsi dengan 17 negara sekutu diplomatik Taipei, sebagian besar adalah negara-negara kecil di Amerika Tengah, Karibia atau Pasifik, di Hotel Grand Hyatt, New York Amerika Serikat (AS), Kamis (11/7).

Kunjungan Tsai, yang telah direncanakan selama berbulan-bulan, sebagian bertujuan untuk memperkuat hubungan pemerintahnya dengan negara-negara Karibia yang mengakui kedaulatanTaiwan. Rencana perjalanan 12 hari, antara lain mengunjungi empat sekutu Karibia, yakni St. Vincent dan Grenadines, St. Kitts dan Nevis, St. Lucia dan Haiti.

Di AS, Tsai akan menghabiskan empat malam, dimulai dengan dua malam di New York, dan akan mengakhirinya di Denver setelah kembali dari kunjungan \ke empat sekutu Karibia.

Agenda kunjungan Tsai di New York diawali dengan resepsi di Kantor Konsuler Taiwan yang berada tak jauh dari Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Pada resepsi itu, Tsai menyambut 17 duta besar PBB dari negara-negara kecil di Amerika Tengah yang menjadi sekutu Taiwan.

Dalam sambutan, Tsai menyampaikan terima kasih kepada para duta besar 17 negara yang mengakui kedaulatan Taiwan dan lepas dari Tiongkok. Dia juga menegaskan bahwa Taiwan tidak akan terintimidasi oleh tekanan apapun, termasuk dari Tiongkok.

“Saya ingin berterima kasih karena Anda membantu memastikan bahwa suara Taiwan terdengar di seluruh dunia. Saya ingin menegaskan embali bahwa Taiwan tidak akan pernah diintimidasi,” ujar Tsai.



Sumber: Suara Pembaruan