Akibat Banjir, Tiongkok Merugi US$ 2,3 Miliar

Akibat Banjir, Tiongkok Merugi US$ 2,3 Miliar
Foto udara yang diambil pada 9 Juli 2019 menunjukkan bangunan yang terendam setelah hujan lebat yang menyebabkan banjir di Hengyang, Provinsi Hunan, Tiongkok. ( Foto: AFP / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Jumat, 12 Juli 2019 | 19:01 WIB

Nanchang, Beritasatu.com- Sedikitnya 22 orang tewas dan tujuh juta orang terdampak hujan lebat yang memicu banjir di Provinsi Jiangxi, Tiongkok timur sejak Juni lalu. Banjir bandang telah melanda wilayah Tiongkok timur dan selatan.Pada Kamis (11/7), pemerintah setempat menyatakan banjir memicu kerugian hingga miliaran dolar.

Dalam konferensi pers, pemerintah menyatakan banjir telah memaksa evakuasi lebih dari 594.000 orang dan memengaruhi sekitar 469.300 hektar tanaman, menyebabkan kerugian ekonomi langsung US$ 2,3 miliar (Rp 32,5 triliun).

Sejak 6 Juli, sejumlah 29 sungai di Jiangxi telah melihat air melampaui tingkat peringatan banjir akibat hujan lebat. Provinsi ini telah melakukan berbagai respons darurat dan menetapkan 17 juta yuan untuk pekerjaan pencegahan dan penyelamatan banjir di babak baru banjir.

Departemen Meteorologi Provinsi Jiangxi meramalkan bahwa hujan badai akan melanda wilayah itu lagi pada Jumat (12/7) dan berlanjut hingga Selasa (16/7) depan.

Pada Selasa (9/7), menurut Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok, sebanyak 6.464 orang terdampar dalam banjir telah diselamatkan sejak Tiongkok memasuki musim banjir.

Lebih dari 1,63 juta orang di tujuh wilayah tingkat provinsi di Tiongkok selatan, termasuk Zhejiang, Jiangxi, Hunan, Guangxi, dan Chongqing, terkena dampak hujan deras.

Sebanyak 77.000 penduduk telah dipindahkan, sekitar 1.600 rumah runtuh, dan sekitar 126.100 hektar lahan pertanian telah dilanda bencana banjir yang menyebabkan kerugian ekonomi langsung sebesar 2,69 miliar yuan (sekitar US$ 390 juta).



Sumber: Suara Pembaruan