Kasus Xinjiang di PBB, 37 Negara Bela Kebijakan Tiongkok

Kasus Xinjiang di PBB, 37 Negara Bela Kebijakan Tiongkok
Foto ini dokumentasi pada 25 Juni 2017 menunjukkan para polisi berpatroli di pasar makanan malam dekat Masjid Id Kah di Kashgar, Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, Tiongkok. ( Foto: AFP/Getty Images / JOHANNES EISELE )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 13 Juli 2019 | 18:24 WIB

Jenewa, Beritasatu.com-  Duta besar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari 37 negara merilis sepucuk surat dukungan kepada Tiongkok atas kasus Uighur di Xinjiang pada Jumat (12/7). Arab Saudi dan Rusia termasuk negara yang mendukung Tiongkok setelah mendapat teguran dari PBB.

Puluhan negara membela kebijakan Tiongkok terhadap Uighur dan minoritas lainnya di wilayah Xinjiang, sebagai tanggapan langsung terhadap kritik Barat awal pekan ini. Surat pembelaan itu menggambarkan kamp di XInjiang sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan.

“Menghadapi tantangan besar terorisme dan ekstremisme, Tiongkok telah melakukan serangkaian tindakan anti-terorisme dan deradikalisasi di Xinjiang, termasuk mendirikan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan kejuruan,” kata surat itu.

Surat itu menyebut keamanan telah kembali ke Xinjiang dan hak asasi manusia orang-orang dari semua kelompok etnis telah dilindungi.

Dikatakan pula, tidak ada serangan teroris di sana selama tiga tahun dan orang-orang menikmati rasa kebahagiaan, pemenuhan, dan keamanan yang lebih kuat.

Utusan dari seluruh Uni Eropa, bersama dengan Australia, Kanada dan Jepang dan Selandia Baru sebelumnya telah menandatangani teks yang mengecam tindakan Tiongkok atas warga minoritas. Ada 22 duta besar menandatangani surat kepada Dewan Hak Asasi Manusia PBB minggu ini untuk mengkritik kebijakan Tiongkok.



Sumber: Suara Pembaruan