Pemimpin Hong Kong Kecam Demonstran sebagai Perusuh

Pemimpin Hong Kong Kecam Demonstran sebagai Perusuh
Petugas polisi menarik baju seorang demonstran saat bentrokan di dalam arena perbelanjaan di Sha Tin, Hong Kong setelah demonstrasi menentang RUU ekstradisi yang kontroversial di distrik Sha Tin, Hong Kong, Minggu (14/7/2019) ( Foto: AFP / Philip FONG )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Selasa, 16 Juli 2019 | 21:29 WIB

Hong Kong, Beritasatu.com- Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengecam demonstran sebagai perusuh setelah aksi protes akhir pekan lalu berujung kepada kerusuhan yang memakan korban.

Lam menyatakan polisi telah bertindak secara profesional dan menahan diri saat berhadapan dengan sekelompok demonstran yang masih berada di sekitar pusat perbelanjaan New Town Plaza di Sha Tin.

Lam, berbicara kepada media saat mengunjungi enam polisi yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Tai Po, Senin (15/7), mengatakan polisi telah melakukan tugasnya untuk menegakkan hukum dan para pelanggar harus dibawa.

Pada Minggu (14/7), puluhan ribu orang menghadiri aksi protes damai untuk mendesak Lam agar mencabut sepenuhnya rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi yang kontroversial dan mengundurkan diri.

Aksi demo berubah menjadi kerusuhan di pusat perbelanjaan mewah di Sha Tin, kawasan Teritori Baru sebelah utara Hong Kong.

Demonstran yang didominasi anak-anak muda itu mempersenjatai diri dengan payung dan helm, sedangkan polisi menggunakan tongkat, semprotan merica, dan perisai.

Otoritas Hong Kong menyatakan total korban luka 28 orang, termasuk 11 polisi yang dua diantaranya kehilangan jari. Polisi juga telah menangkap setidaknya 40 orang setelah kekerasan di New Town Plaza.

“Masyarakat Hong Kong tidak akan membiarkan kekerasan semacam itu dan tindakan melanggar hukum,” kata Lam.



Sumber: Suara Pembaruan