Bertambah, Jumlah Korban Tewas Bencana Banjir di Asia Selatan

Bertambah, Jumlah Korban Tewas Bencana Banjir di Asia Selatan
Anggota keluarga India bertahan di atas satu gubuk di daerah yang terkena banjir di Hatishila di distrik Kamrup, Negara Bagian Assam, India, Selasa (16/7/2019). ( Foto: AFP / Biju BORO )
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 17 Juli 2019 | 22:51 WIB

New Delhi, Beritasatu.com-  Musim hujan telah memicu petaka di empat negara Asia Selatan. Lebih dari 200 orang tewas di India, Nepal, Bangladesh, dan Pakistan akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir pekan lalu.

Meskipun hujan sudah berhenti di Nepal pada Selasa (16/7), bencana mungkin belum berakhir. Hujan lebat diperkirakan masih berlanjut di India, Bangladesh, dan Pakistan dalam beberapa hari mendatang.

Nepal tampaknya menjadi negara yang paling terpukul sejauh ini. Menurut pejabat Nepal, Selasa (16/7), sedikitnya 78 orang tewas. Selanjutnya 29 orang tewas di negara bagian Bihar dan Assam di India timur laut.

Banjir bandang juga menghantam Pakistan dan Bangladesh, yang berbatasan dengan India di timur dan barat. Sejumlah 28 orang tewas di Pakistan, dan 16 orang tewas di Bangladesh, menurut pihak berwenang dari masing-masing negara.

Menurut pernyataan resmi, lebih dari 6,7 juta orang di India secara langsung terkena dampak banjir yakni sekitar 2,5 juta jiwa di Bihar dan 4,2 juta jiwa di Assam.

Badan-badan bantuan bencana kini berupaya menyediakan tempat tinggal dan persediaan penting bagi keluarga yang telah terlantar. Lebih dari 116.000 orang di Bihar dan 83.000 orang di Assam telah dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Pada saat yang sama, lembaga-lembaga negara mendistribusikan beras, biskuit, makanan bayi, dan lilin ke ratusan pusat bantuan.

Sementara itu di Bangladesh, banyak orang tinggal di rumah yang terbuat dari bambu, lumpur, atau kayu. Lebih dari 200.000 orang Bangladesh telah mengungsi dan tinggal di kamp sementara.

“Rumah seperti itu hanya memberikan sedikit perlindungan terhadap banjir," kata Azmat Ulla, Kepala Kantor Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Bangladesh (IFRC).



Sumber: Suara Pembaruan