Temui SBY, Menlu Singapura Kenang Sosok Ani Yudhoyono

Temui SBY, Menlu Singapura Kenang Sosok Ani Yudhoyono
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, bersama keluarga, menabur bunga di pusara almarhum Ibu Ani Yudhoyono, di TMP Kalibata ( Foto: David Gita Roza )
Carlos KY Paath / FMB Kamis, 18 Juli 2019 | 09:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan mengenang Ani Yudhoyono sebagai sosok inspiratif. Hal itu diungkap Vivian saat menemui Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Rumah SBY, Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/7/2019).

SBY dan putra pertamanya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambut langsung kedatangan Vivian. Sebelumnya, Vivian bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor. Vivian menanyakan kabar SBY sepeninggalan Ani Yudhoyono.

“Kami berdiri di samping Anda (SBY). Apa yang Anda dan Ibu Ani lakukan istimewa. Kami benar-benar terinspirasi oleh Ibu Ani,” demikian Vivian dalam keterangan seperti disampaikan Chief Communication Officer The Yudhoyono Institute, Ni Luh Putu Caosa Indryani.

SBY menyampaikan terima kasih atas kunjungan Vivian yang berlangsung satu jam tersebut. SBY mengungkap, dirinya masih tengah melakukan healing process selepas wafatnya Ani Yudhoyono akibat kanker darah yang diderita. “Terima kasih. Saya masih berada di tengah healing process,” ujar SBY.

Pada kesempatan itu, SBY pun berterima kasih kepada pemerintah Singapura. Hal itu terkait niat baik serta dukungan selama Ani Yudhoyono dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura. “NUH telah memberikan yang terbaik, namun kanker telah terlalu ganas,” ucap SBY.

Bilateral
Pada bagian lain, Vivian bersama SBY dan AHY juga membahas singkat hubungan bilateral antara RI dan Singapura. SBY menyatakan, kerja sama RI dan Singapura saat ini, sudah berada pada jalur yang benar.

SBY pun optimistis Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dapat memperkuat hubungan RI dan Singapura. Melalui agenda-agenda, inisiatif-inisiatif baru, serta peluang kerja sama bilateral antara kedua negara.

Khususnya di bidang infrastruktur, sumber daya manusia, dan investasi sesuai dengan visi Presiden Jokowi yang baru saja disampaikan beberapa waktu lalu. Sementara itu, AHY mengatakan, masyarakat Indonesia semestinya ikut berpartisipasi membangun bangsa.

AHY menuturkan, puncak bonus demografi yang akan dialami menuju tahun 2030 nantinya merupakan aset dan kesempatan yang sangat berharga. Karenanya, penting untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas SDM.

“Kita harus sepenuhnya mendukung Presiden Jokowi dalam menciptakan Indonesia yang damai dan harmonis. Dengan demikian, kita akan dapat fokus memacu pertumbuhan ekonomi dan menghindari apa yang kerap dikhawatirkan sebagai middle income trap,” ungkap AHY.

Vivian didampingi Duta Besar Singapura untuk Indonesia Anil Nayar, Direktur Jenderal Asia Tenggara Ian Mak, DCM Kedutaan Besar Singapura Jonathan Han, Special Assistant to Minister Karen Lee, Direktur Deputi Asia Tenggara Gavin Ang, dan SA-designate Timothy Seow. 



Sumber: Suara Pembaruan