Jubir Kemlu: Benny Wenda Terputus dengan Kondisi Riil Papua

Jubir Kemlu: Benny Wenda Terputus dengan Kondisi Riil Papua
Pelaksana Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah. ( Foto: Beritasatu Photo / Natasia Christy )
Natasia Christy Wahyuni / FER Kamis, 18 Juli 2019 | 19:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksana juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Teuku Faizasyah, mengatakan, pemberian penghargaan dari Dewan Kota Oxford, Inggris, kepada tokoh separatisme Papua, Benny Wenda, menunjukkan ketidakpahaman dewan kota itu terhadap sepak terjang yang bersangkutan dan kondisi Provinsi Papua dan Papua Barat sebenarnya, termasuk pembangunan dan kemajuannya.

Menurut Faizasyah, sejak meninggalkan Indonesia pada akhir tahun 1990, Benny Wenda sudah sangat terputus dengan realitas yang ada di Papua, termasuk bagaimana pemerintah telah melakukan banyak pembangunan dan adanya berbagai upaya pemekaran lewat pemberian otonomi khusus.

"Dengan demikian kondisi riil di Papua sudah benar-benar berbeda, berubah dengan apa yang dikampanyekannya dari tempat dia tinggal dengan nyamannya di luar Indonesia atau di kota Oxford," tandas Faizasyah dalam temu pers mingguan di kantor Kemlu, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Faizasyah menegaskan, sikap Dewan Kota Oxford yang memberikan penghargaan kepada Benny Wenda tidak punya makna apa pun bagi Indonesia. Namun, pemerintah secara tegas mengeluarkan pernyataan khusus terkait hal itu karena tindakan Benny Wenda sudah menganggu ketertiban publik di Papua.

Faizasyah menambahkan, penghargaan itu juga tidak berdampak apa pun terhadap hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris. "Indonesia juga menghargai sikap tegas Pemerintah Inggris yang konsisten dalam mendukung penuh kedaulatan dan integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," kata Faizasyah.

Faizasyah mengatakan, rencana pemberian penghargaan dari Dewan Kota Oxford sebenarnya sudah muncul sejak tahun lalu. Indonesia juga sudah menyampaikan keberatan karena dewan kota tersebut tidak memahami sepak terjang Benny Wenda.

Dalam pernyataan resmi, Kemlu menyampaikan kecaman keras atas pemberian award oleh Dewan Kota Oxford kepada Benny Wenda, pegiat separatisme Papua yang memiliki rekam jejak kriminal di Papua.



Sumber: Suara Pembaruan