Tersangka Pembakaran Studio KyoAni Tuding Pencurian Karya

Tersangka Pembakaran Studio KyoAni Tuding Pencurian Karya
Pandangan udara ini menunjukkan adegan penyelamatan dan penanggulangan setelah kebakaran di gedung perusahaan animasi Kyoto Animation yang menewaskan lebih dari 30 orang di Kyoto, Jepang, Kamis (18/7/2019). ( Foto: AFP / Jiji Press )
Natasia Christy Wahyuni / WIR Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:57 WIB

Kyoto, Beritasatu.com- Seorang pria yang ditetapkan sebagai tersangka pembakaran studio animasi ternama Jepang, Kyoto Animation atau dikenal dengan KyoAni, Jumat (19/7), menuding perusahaan itu telah melakukan plagiasi atau pencurian karya novelnya.

Aksi pria tersebut, yang membawa troli berisi setidaknya satu ember bensin ke pintu masuk KyoAni sebelum menyiram area itu dan memantiknya dengan api, telah menewaskan 33 orang dan melukai puluhan orang.

Sebelum melakukan aksinya pada Kamis (18/7), dia berteriak, “Mati!” lalu mengobarkan api. Polisi mengidentifikasi tersangka pembakaran sebagai Shinji Aoba.

“Saya melakukan itu,” kata Aoba yang berusia 41 tahun saat digiring ke tahanan seperti dilaporkan Kyodo News.

Dia mengaku melakukan aksi brutal itu karena yakin studio tersebut telah mencuri novelnya. Kantor berita Jepang, NHK, melaporkan Aoba menderita sakit jiwa dan pernah menjalani penjara 3,5 tahun setelah mencuri uang tunai dari sebuah toko.

Polisi menolak memberikan komentar terkait klaim pria itu. Stasiun televisi Jepang, Nippon TV, mengatakan tersangka masih berada di bawah pengaruh obat bius karena luka bakar sehingga polisi belum bisa menanyakannya.

“(Dia) tampak tidak puas, dia tampak marah, meneriakkan sesuatu tentang bagaimana dia mengalami plagiarisme,” kata seorang perempuan yang melihat saat tersangka akan ditahan.

Serangan massal terburuk di Jepang dalam dua dekade itu telah menewaskan 33 orang dan 10 orang dalam kondisi kritis. Ini juga menjadi pembunuhan terburuk setelah serangan pembakaran di Tokyo yang menewaskan 44 orang pada 2001.

Aoba diyakini membawa 20 liter kaleng bensin di toko perangkat keras, lalu menyiapkannya di taman dekat studio KyoAni. Dia pergi ke studio tersebut dengan kereta.



Sumber: Suara Pembaruan