Kamboja Akan Kembalikan 1.600 Ton Limbah ke AS dan Kanada

Kamboja Akan Kembalikan 1.600 Ton Limbah ke AS dan Kanada
Sejumlah peti kemas berisi sampah plastik ditempatkan di kota Sihanoukville Port, Barat Daya, Phnom Penh, Kamboja, Selasa (16/7/2019) ( Foto: AP / Sea Seakleng )
Unggul Wirawan / WIR Sabtu, 20 Juli 2019 | 15:36 WIB

Phnom Penh, Beritasatu.com- Kamboja akan mengirim kembali 1.600 ton sampah plastik yang ditemukan dalam kontainer pengiriman ke AS dan Kanada. Seperti dilaporkan AFP, Rabu (17/7), seorang pejabat mengatakan Kamboja bersama negara-negara Asia Tenggara telah memberontak melawan gempuran pengiriman sampah.

Keputusan Tiongkok yang melarang impor limbah plastik tahun lalu, telah memicu kekacauan daur ulang global. Tindakan Tiongkok membuat negara-negara maju berjuang keras untuk menemukan negara lain untuk menampung sampah mereka.

Sampah itu ditemukan Selasa (16/7) dalam sejumlah peti kemas pengiriman di kota pelabuhan Sihanoukville. Juru bicara kementerian lingkungan Neth Pheaktra mengatakan ribuan ton sampah itu akan dikirim kembali ke asalnya.

"Kamboja bukan tempat sampah untuk teknologi usang yang akan dibuang," tambahnya.

Pheaktra mengatakan 70 peti kemas penuh dengan sampah plastik dikirim dari Amerika Serikat, sedangkan 13 peti kemas lainnya dikirim dari Kanada.

Gambar-gambar pejabat memeriksa wadah limbah yang diisi dengan plastik bundar, membuat marah pengguna media sosial Kamboja.

“Pengiriman sampah adalah penghinaan serius,” kecam Direktur Eksekutif Transparency International Cambodia Preap Kol dalam pesan di Facebook.



Sumber: Suara Pembaruan